NARKOBA: Zat-zat yang Sering Disalahgunakan: Jenis, Risiko, dan Dampaknya dalam Masyarakat

Terdapat berbagai macam zat yang sering disalahgunakan di masyarakat, termasuk zat-zat yang sebagian merupakan obat-obatan dan sebagian lagi merupakan zat yang pada dasarnya tidak digunakan sebagai obat. Beberapa contoh zat yang sering disalahgunakan mencakup:


 

Kafein dan Nikotin:

Keduanya merupakan zat adiktif yang ditemukan dalam rokok, teh, kopi, dan minuman energi. Meskipun dapat diakses dengan mudah, penggunaan berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Alkohol:

Alkohol adalah zat yang umumnya ditemukan dalam minuman beralkohol. Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik, serta memiliki potensi risiko kecelakaan atau kekerasan.

Obat Penenang (Tranquilizer atau Populer Disebut sebagai Pil Koplo):

Obat-obatan ini sering disalahgunakan untuk efek relaksasi atau tidur. Penggunaan tanpa resep atau penggunaan berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan dampak negatif lainnya.

Ganja:

Ganja atau marijuana adalah zat psikoaktif yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan persepsi. Penggunaan ganja secara berlebihan dapat memiliki efek merugikan pada kesehatan mental.

Ekstasi:

Merupakan narkotika sintetis yang sering digunakan dalam lingkungan hiburan. Penggunaan ekstasi dapat menyebabkan overheating dan dehidrasi, yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Shabu atau Shabu-shabu:

Juga dikenal sebagai methamphetamine, merupakan zat yang dapat menyebabkan kecanduan dan memiliki dampak negatif pada sistem saraf pusat.

Heroin atau Putaw:

Heroin adalah opiat yang sangat adiktif dan berbahaya. Penggunaan heroin dapat menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi dan memiliki risiko overdosis yang tinggi.

Kokain:

Zat psikoaktif ini dapat menyebabkan perasaan euforia dan kecanduan. Penggunaan kokain dapat memiliki dampak serius pada sistem jantung dan saraf.

Jamur (Tertentu atau Magic Mushroom):

Beberapa jenis jamur mengandung senyawa psikoaktif yang dapat menyebabkan halusinasi. Penggunaan jamur secara tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan mental.

Zat Menguap (Volatile Agents):

Merupakan zat-zat yang mudah menguap dan dapat disalahgunakan untuk mendapatkan efek psikoaktif. Pemakaian berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ dan sistem saraf.

Anestetikum (Ketalar), dan Sebagainya:

Beberapa zat seperti ketalar, yang pada dasarnya digunakan sebagai anestesi medis, dapat disalahgunakan untuk tujuan rekreasi. Penggunaan semacam itu dapat berpotensi berbahaya.


 

Penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko dan konsekuensi penggunaan zat-zat ini serta mempromosikan kesadaran akan dampak negatifnya terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

Penerangan Buatan

Penerangan yang terjadi akibat sumber cahaya yang dibuat oleh manusia, misalnya lilin, lampu, obor dll. Untuk mendapatkan terang cahaya yang memadai dalam suatu ruang kegiatan, harus dipertimbangkan

Peranan lampu dalam perancangan ruang dalam:

Menurut daerah yang diterangi, penerangan buatan dibedakan menjadi dua:
-Penerangan umum atau merata

-Penerangan setempat


Lampu penerangan ruang dalam berdasarkan cara pemberian cahayanya dibedakan menjadi penerangan langsung, penerangan tidak langsung, penerangan setengah langsung, dan penerangan setengah tidak langsung



Penerangan Ruang Dalam:
Strategi dan Klasifikasi untuk Desain Optimal

Penerangan ruang dalam adalah hasil dari sumber cahaya buatan manusia, seperti lilin, lampu, atau obor. Ketika merancang penerangan untuk suatu ruang kegiatan, perlu mempertimbangkan faktor-faktor tertentu untuk mencapai tingkat terang cahaya yang memadai.

Peran lampu dalam perancangan ruang dalam sangat signifikan, dan terutama dapat dibedakan berdasarkan area yang diterangi. Dalam hal ini, penerangan buatan dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu penerangan umum atau merata, dan penerangan setempat.

Pada level yang lebih rinci, lampu penerangan ruang dalam dapat dibedakan berdasarkan cara cahayanya disalurkan. Terdapat empat kategori utama, yaitu penerangan langsung, penerangan tidak langsung, penerangan setengah langsung, dan penerangan setengah tidak langsung.

Penerangan Umum atau Merata:
Jenis penerangan ini bertujuan untuk memberikan cahaya yang merata di seluruh area ruang. Hal ini penting terutama untuk ruang kegiatan yang membutuhkan tingkat terang yang seragam, seperti ruang pertemuan atau kantor.

Penerangan Setempat:
Sebaliknya, penerangan setempat ditujukan untuk memberikan fokus cahaya pada area atau objek tertentu. Misalnya, lampu meja di ruang kerja atau lampu baca di sudut ruang duduk. Penerangan setempat cocok untuk menciptakan atmosfer tertentu atau menyoroti elemen dekoratif.

Penerangan Langsung:
Lampu dengan penerangan langsung menghasilkan cahaya yang langsung mengarah ke bawah. Ini umumnya digunakan untuk memberikan cahaya langsung pada area kerja atau meja. Penerangan langsung efektif untuk menciptakan kondisi kerja yang optimal.

Penerangan Tidak Langsung:
Sebaliknya, penerangan tidak langsung mengarahkan cahaya ke permukaan di sekitarnya, yang kemudian tersebar ke seluruh ruang. Penerangan seperti ini menciptakan atmosfer yang lembut dan memberikan pencahayaan menyeluruh tanpa bayangan tajam.

Penerangan Setengah Langsung dan Setengah Tidak Langsung:
Jenis penerangan ini menggabungkan karakteristik dari kedua kategori sebelumnya. Penerangan setengah langsung memberikan sebagian cahaya langsung dan sebagian tersebar, sementara penerangan setengah tidak langsung memberikan sebagian cahaya yang ditujukan dan sebagian disebar melalui permukaan sekitarnya.

 

Dengan memahami peran dan jenis-jenis penerangan ini, perancangan ruang dalam dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan fungsional dan estetika, menciptakan lingkungan yang sesuai dan nyaman untuk berbagai kegiatan.

..... Selengkapnya - FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR

Organisasi Proyek Fungsional

Gambar ini menggambarkan struktur organisasi fungsional suatu perusahaan yang digunakan untuk menjalankan proyek-proyek besar. Apabila perusahaan ini mengelola pabrik kimia seperti yang terlihat dalam Gambar 1.3, proyek tersebut tidak akan diberikan kepada satu tim khusus, melainkan akan dibagi-bagi kepada kelompok-kelompok spesialis. Setiap kelompok memiliki seorang manajer proyek yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan pekerjaan. Dalam struktur ini, terlihat adanya pola komando yang kompleks, dimana setiap anggota kelompok berada pada titik pertemuan matriks. Mereka memiliki tanggung jawab kepada manajer proyek dan kepala kelompok teknik mereka. Meskipun garis tanggung jawab yang saling tumpang tindih ini dapat menimbulkan tantangan, organisasi fungsional (matriks) ini memiliki karakteristik yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Fleksibilitas kehidupan dalam kelompok kecil ini terutama terasa pada fungsi pekerja yang tidak langsung terkait. Dalam proyek pembuatan barang, seringkali hanya ada satu orang yang bertanggung jawab untuk pembelian dan satu orang lagi yang menangani kegiatan tersebut. Jika organisasi tidak memahami dengan baik fleksibilitas ini, proyek dapat tergantung pada satu individu, menyebabkan risiko besar jika orang tersebut mengalami kendala kesehatan atau keadaan darurat. Fleksibilitas yang hilang karena kesalahan dalam struktur organisasi dapat membawa perusahaan ke dalam situasi berbahaya, khususnya ketika menghadapi lonjakan beban kerja yang mendadak.


 

Di sisi lain, dalam kelompok fungsional yang tetap, terdiri dari para spesialis yang tidak tergantung pada proyek tertentu, ada potensi besar untuk pengumpulan pengalaman dan pengembangan keahlian. Setiap bidang keahlian ini membawa fleksibilitas dalam penggunaan sumber daya. Setiap anggota kelompok memiliki jaminan pekerjaan tetap dan jalur karir yang jelas. Mereka dapat bersaing untuk posisi yang lebih senior jika ada kesempatan. Namun, masih terdapat tantangan terkait tanggung jawab yang terbagi, dimana setiap anggota kelompok harus melapor kepada manajer proyek dan...

.... Selengkapnya >>> Organisasi Proyek

Membuat Jadwal Arus Kas dalam Organisasi Proyek

Jika seorang investor sedang mempertimbangkan untuk menyuntikkan modal ke dalam proyek besar yang membutuhkan beberapa tahun untuk diselesaikan, informasi yang diinginkannya tidak hanya sebatas total biaya yang diperlukan, tetapi juga waktu-waktu kapan pembayaran harus dilakukan. Investor tersebut perlu membuat persiapan dan mengoordinasikan dengan lembaga keuangan atau sumber dana yang dimilikinya agar dapat menyediakan dana yang diperlukan tepat pada waktunya.


 

Apabila proyek industri tersebut diantisipasi dapat memberikan keuntungan bagi investor (seperti pembangunan pabrik baru), peramalan penerimaan, baik secara kuantitas maupun waktu, menjadi elemen kunci dalam penilaian kelayakan proyek. Manajer proyek mungkin diminta untuk menyusun peramalan arus kas, baik untuk keperluan internal perusahaan maupun sebagai layanan kepada investor. Baik dalam konteks pengumpulan modal maupun penilaian proyek dengan Discounted Cash Flow (DCF), proyeksi arus kas sangat terkait dengan jadwal pelaksanaan proyek. Mengingat uang merupakan sumber daya paling fundamental, penjadwalan aliran kas menjadi salah satu aspek kritis dalam mengelola sumber daya pada proyek-proyek skala besar.


... Selengkapnya tentang Organisasi Proyek

PERENCANAAN INFORMASI dan MEDIA INFORMASI DAN PENYIMPANANNYAdalam Organisasi Proyek

Proses perencanaan informasi dapat diuraikan dalam langkah-langkah berikut:

Penyusunan Tugas Koordinator pada Setiap Tahap Perencanaan:

Koordinator bertanggung jawab untuk memikirkan arus informasi pada setiap tahap perencanaan dan menetapkan jadwal penyampaian informasi tersebut. Hal ini memastikan bahwa proses perencanaan berjalan lancar dan efisien.


 

Pengawasan dan Pemantauan Aliran Informasi:

Koordinator memiliki peran dalam memonitor jalannya informasi dan memastikan bahwa informasi disampaikan kepada pihak yang seharusnya mengetahuinya. Pemantauan ini penting untuk memastikan efektivitas dan relevansi informasi yang disampaikan.

Pembuatan dan Pemeliharaan Arsip/File:

Untuk memastikan pemahaman menyeluruh terhadap setiap permasalahan, koordinator perlu memiliki arsip atau file sejak awal proyek. File tersebut disusun secara sistematis dan dikelompokkan berdasarkan bidang, mirip dengan struktur penyusunan isi sebuah buku.

Sistematisasi dan Pengelompokan File:

File-file tersebut disusun secara sistematis dan dikelompokkan berdasarkan bidang agar mudah diakses dan dikelola. Pendekatan ini membantu koordinator dalam merespon kebutuhan informasi dengan cepat dan efisien.

Efisiensi Sumber Daya:

Jika proses di atas dijalankan dengan baik, dua unsur sumber daya, yaitu waktu dan uang, dapat dihemat. Koordinator yang memiliki kendali penuh terhadap arus informasi dan sistematisasi file dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan lebih efisien.

Melalui implementasi langkah-langkah ini, proses perencanaan informasi dapat berlangsung lebih efisien dan terorganisir. Koordinator memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa informasi tersedia secara tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan pihak yang terlibat dalam proyek.

MEDIA INFORMASI DAN PENYIMPANANNYA

Penyimpanan informasi melibatkan berbagai media yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa dimensi sebagai berikut:
1. Dimensi pertama: Informasi disimpan dalam ingatan atau otak seseorang.
2. Dimensi kedua: Informasi disimpan di berbagai media fisik seperti kertas, buku, catatan, gambar, pita tape (termasuk suara), dan piringan-piringan.
3. Dimensi ketiga: Media penyimpanan yang relatif baru, seperti gelembung ingatan (bubble memory), patung, benda, dan lainnya.

Dalam era saat ini, di mana teknologi komputer terus berkembang pesat dan informasi melimpah setiap harinya menjadi tugas yang harus diatasi oleh manajer proyek, penggunaan komputer dalam proyek kelas menengah hingga besar sudah menjadi suatu keharusan. Salah satu kelebihan utama komputer adalah kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar tanpa memerlukan ruangan yang besar. Keuntungan lainnya adalah kemampuannya untuk mengakses kembali informasi dengan cepat. Dalam konteks manajemen proyek, kita menyadari bahwa waktu memiliki nilai yang sangat besar. Keputusan yang cepat dan akurat memerlukan dukungan dari informasi yang akurat dan disajikan tepat waktu.

Pentingnya informasi yang tepat waktu sangat terkait dengan kecepatan pengambilan keputusan dalam manajemen proyek. Informasi yang sudah kadaluwarsa dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat, yang pada gilirannya dapat mengarah pada tindakan yang salah. Kesalahan dan tindakan yang salah selalu berpotensi memicu perselisihan dan pertengkaran dalam proyek. Oleh karena itu, proyek yang mengalami kegagalan atau keterlambatan seringkali diwarnai oleh konflik dan ketidaksepakatan. Dengan demikian, pemanfaatan komputer untuk menyimpan dan mengelola informasi secara efisien menjadi suatu hal yang sangat krusial dalam menjaga kelancaran dan kesuksesan suatu proyek.

..... Selengkapnya tentang Organisasi Proyek

PELAKSANAAN PROYEK dalam Organisasi Proyek

Pentingnya pelaksanaan proyek tidak bisa diabaikan, karena melalui kegiatan ini, sebuah bangunan dihasilkan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan akhir.

Sebelum proyek dilaksanakan, tentu saja terdapat serangkaian kegiatan "pra-konstruksi" yang dilakukan. Ini mencakup survei lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait lokasi proyek, fasilitas administratif, pemukiman, penggunaan alat berat, telekomunikasi, serta analisis tanah dan survei teknis.

Pentingnya menciptakan struktur organisasi proyek juga menjadi fokus selanjutnya. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Pelaksanaan proyek biasanya ditangani oleh para ahli, dan hubungan, wewenang, tanggung jawab, serta mekanisme pelaporan perlu dijelaskan secara jelas.


 

Alokasi sumber daya juga menjadi aspek yang sangat krusial dalam pelaksanaan proyek. Penting untuk menentukan siapa yang melakukan tugas tertentu, kapan dimulai, kapan selesai, dan berapa biaya yang diperlukan. Semua ini perlu diatur secara rinci untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan proyek.

Masalah alokasi sumber daya merupakan aspek krusial dalam manajemen proyek, dengan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan:

Dalam pemanfaatan berbagai jenis sumber daya, timbul permasalahan yang mungkin muncul di masa depan, dan perlu dicari solusi yang tepat. Untuk menghindari konflik atau rangkap jabatan, perlu dilakukan langkah-langkah tertentu, seperti pembentukan tim pembantu yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, penting juga untuk menyediakan dana ekstra guna mengatasi situasi yang mungkin timbul secara mendadak.

Pengelolaan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam penyelesaian persoalan alokasi sumber daya. Penarikan karyawan harus memperhatikan kebutuhan akan kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan. Motivasi karyawan menjadi faktor penting agar mereka tidak hanya mampu melaksanakan tugas dengan baik, tetapi juga melakukannya dengan sukarela. Pengawasan terhadap karyawan menjadi suatu keharusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kerjasama yang erat perlu dibina, karena hal ini akan mempermudah proses pengawasan. Selain itu, koordinasi antar tim juga harus diperhatikan, dan penggunaan bagan jaringan dapat membantu menentukan kapan suatu tim harus siap dan terlibat dalam membantu tim lainnya.

Dengan mengorganisir sumber daya secara efektif, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya manusia, proyek dapat dijalankan dengan lebih efisien dan efektif, membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Persoalan Alokasi Sumber Daya dalam Manajemen Proyek:

1. Pemanfaatan berbagai jenis sumber daya menimbulkan persoalan di masa depan yang memerlukan solusi yang tepat.

2. Untuk menghindari konflik atau rangkap jabatan, diperlukan langkah-langkah seperti pembentukan tim pembantu untuk melancarkan pelaksanaan pekerjaan.

3. Dana ekstra perlu disediakan untuk menanggulangi hal-hal mendadak yang mungkin timbul.

4. Pengorganisasian yang baik, terutama terhadap sumber daya manusia, diperlukan.

Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia:

1. Penarikan karyawan harus memperhatikan kebutuhan akan kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan.

2. Motivasi karyawan menjadi faktor penting agar mereka melaksanakan tugas dengan baik dan sukarela.

3. Pengawasan terhadap karyawan diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Kerjasama yang erat perlu dibina untuk mempermudah proses pengawasan.

5. Koordinasi antar tim harus dibina, dengan menggunakan bagan jaringan untuk menentukan kapan suatu tim harus siap dan terlibat dalam membantu tim lainnya.

Dengan mengorganisir sumber daya secara efektif, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia, proyek dapat dijalankan dengan lebih efisien dan efektif, membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sebagaimana diketahui, kepemimpinan dalam proyek sering kali memiliki keterbatasan terhadap wewenang terhadap staf fungsional. Oleh karena itu, keterampilan dalam memengaruhi orang menjadi suatu seni yang sangat penting. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah memberikan tugas yang realistis sesuai dengan kemampuan individu, menggunakan anggaran sebagai alat untuk mengendalikan dan memotivasi, memberikan pujian atau promosi, memberikan insentif finansial, memberikan tantangan pekerjaan, mengakui keahlian, dan membangun loyalitas melalui peningkatan sistem komunikasi atau penyediaan informasi kepada para pelaksana proyek. Pentingnya menciptakan suasana di mana para karyawan merasa "menerima" perintah sangat berperan dalam kesuksesan kepemimpinan.

Laporan yang dihasilkan juga memiliki peranan penting dalam pengelolaan proyek. Laporan harus diperiksa dengan cermat dan dibandingkan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Identifikasi perbedaan antara laporan dan rencana, dan pimpinan proyek harus memiliki keterampilan untuk menangani perbedaan tersebut dan memberikan saran untuk pemecahannya. Dengan demikian, manajemen proyek tidak hanya mencakup perencanaan awal tetapi juga melibatkan kemampuan adaptasi dan penanganan tantangan yang muncul selama pelaksanaan proyek.

__________________


 

Pelaksanaan proyek dalam sebuah organisasi merupakan tahap kritis yang memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang efektif. Proses pelaksanaan proyek melibatkan beberapa langkah kunci untuk memastikan bahwa tujuan proyek dapat dicapai dengan sukses. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai setiap langkah dalam pelaksanaan proyek:

Penetapan Tujuan Proyek:

Tahap awal melibatkan penentuan tujuan proyek dengan jelas dan spesifik. Tujuan ini dapat mencakup pencapaian target waktu, anggaran, atau hasil akhir yang diinginkan.

Perencanaan Pelaksanaan:

Setelah tujuan proyek ditetapkan, langkah berikutnya adalah merencanakan secara rinci bagaimana proyek akan dijalankan. Ini melibatkan alokasi sumber daya, penjadwalan kegiatan, dan identifikasi risiko potensial yang dapat muncul selama pelaksanaan.

Pengorganisasian Tim Proyek:

Membentuk tim proyek yang kompeten dan terkoordinasi dengan baik. Pemilihan anggota tim yang sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang diperlukan sangat penting untuk menjamin kelancaran pelaksanaan.

Pelaksanaan Kegiatan Proyek:

Melibatkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Tim proyek harus memastikan bahwa setiap langkah diikuti dengan cermat untuk meminimalkan risiko dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan.

Monitoring dan Pengendalian:

Selama pelaksanaan proyek, perlu dilakukan pemantauan secara terus-menerus terhadap progres dan kinerja tim. Pengendalian juga diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul dan memastikan proyek tetap berada pada jalur yang benar.

Komunikasi Efektif:

Mempertahankan komunikasi yang efektif antara semua pihak terlibat, termasuk anggota tim, pemangku kepentingan, dan manajemen. Komunikasi yang baik memastikan bahwa semua informasi terkini dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

Penanganan Perubahan:

Mengelola perubahan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. Ini melibatkan evaluasi dampak perubahan terhadap tujuan proyek dan membuat penyesuaian rencana jika diperlukan.

Evaluasi Progres:

Melakukan evaluasi berkala terhadap progres proyek untuk memastikan bahwa semua kegiatan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Evaluasi ini dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi hambatan atau peningkatan yang diperlukan.

Penyelesaian Proyek:

Menyelesaikan semua kegiatan proyek dan memastikan bahwa semua deliverables telah dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Proses penyelesaian juga melibatkan pelaporan akhir dan evaluasi kinerja proyek.

Pelaporan dan Pembelajaran:

Menyusun laporan akhir proyek yang mencakup pencapaian, kendala yang diatasi, dan pelajaran yang dipetik selama pelaksanaan. Dokumentasi ini dapat memberikan wawasan berharga untuk proyek-proyek berikutnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, organisasi dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek dan memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan dijalankan dengan efisien dan efektif.

.... Selengkapnya dalam dalam Organisasi Proyek
 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Bengkel Omasae, | Tenda Suwur |