. Disponsori oleh Al Anwar Farm -
-

Dakwah ini adalah dakwah yang terbuka

YA IKHWAN, VISIMU ITU DAKWAH ! MENIKAH TERMASUK JUGA SICH

Oleh : Nasrudin Joha

Sesekali, mungkin juga sering, khususnya saat Antum sendiri, saat acara itu telah berakhir, saat kerumunan masa itu telah beringsut, saat jamaah telah kembali kerumah, saat seluruh perkakas kepanitiaan telah dikemas, saat seluruh Ikhwan yang lain telah pulang, dan saat dirimu telah dirumah, bahkan di kamar sendirian.

Pikiranmu, anganmu, mulai kembali ditarik pada keadaan yang menggembirakan kedua orang tuamu, melegakan teman-temanmu, dan yang pasti membahagiakanmu. Ya, engkau berfikir tentang menikah, berumah tangga, berbahagia sebagaimana Ikhwan lainnya berbahagia. Berbahagia diatas kegembiraan orang tua, yang telah lama pula ingin kebahagiaan menaungi Puteranya.

Engkau, pun telah memulai ikhtiar itu. Menyerahkan urusanmu kepada seseorang yang amanah, untuk dapat dipertemukan dengan pasangan hidupmu yang telah ditulis di Lauhul Mahfudz. Dalam perjalanannya, itu tdk selalu seperti yang dibayangkan.

Bayangan dan keinginan Antum, segera mendapat kabar, ada seorang muslimah sholeha yang ingin dipertemukan, menjalani masa taaruf, saling bersimpati dan mengikat janji, mendatangi wali, mendapat penerimaan wali, mengkondisikan kekuarga, menyusun rencana KHITBAH, merencanakan akad nikah, menikah, dan berbahagia.

Ternyata tidak semua berjalan demikian. Kabar tak juga kunjung datang. Kabar datang, tak juga ada jadwal pertemuan untuk ta'aruf. Ta'aruf terjadi, Antum yang tidak berkenan pada akhwat yang diperkenalkan. Ta'aruf terjadi, akhwatnya tidak berkenan pada Antum.

Kalian saling berkenan, kedua keluarga tidak sependapat atau salah satunya. Keluarga sependapat, terganjal masalah biaya. Biaya teratasi, ada saja udzur lainnya. Hingga, yakinlah semua itu juga akan sampai pada saat pernikahan.

Pada saat melalui proses itu, perjalanan jodoh yang berliku itu, fikiranmu wajib tetap fokus pada dakwah. Fikirkanlah agama Allah, selebihnya biarkan Alllah SWT yang memikirkanmu, mencukupi seluruh kebutuhanmu.

Dakwah adalah nyawa sekaligus rahasia keberlangsungan kehidupan Islam. Jika dakwah terhenti, Islam niscaya akan mati.

Dermakanlah, seluruh hidupmu untuk dakwah. Fokuskanlah, arah Fikiran dan perhatianmu pada dakwah. Kita ini ibarat budak, hamba sahaya, pelayan umat. Yang siap, kapanpun dan dimanapun melayani umat.

Umat ini seperti kehilangan induk, mereka butuh pelayan, pelindung dan pengayoman dari pengemban dakwah. Pengemban dakwah, wajib memenuhi hasyrat mereka akan pemikiran Islam. Wajib memenuhi kemaslahatan mereka dari pelayanan pengemban dakwah, sejauh dan sebatas yang bisa dilakukan. Karena tugas utama riayah untuk memenuhi kemaslahatan umat, ada pada Daulah khilafah.

Karena itu, fokuskanlah dakwah itu pada misi melanjutkan kehidupan Islam, dengan menerapkan hukum Islam secara kaffah melalui penegakan institusi Daulah khilafah. Dakwah yang murni dengan pemikiran, politik, tanpa kekerasan.

Dakwah, sebagaimana dicontohkan nabi, yakni dakwah untuk menyeru kepada Islam, mengkondisikan pada opini Islam, dan meminta pertolongan ahlun Nusyroh untuk menolong dan menegakan Daulah Islam.

Dakwah ini adalah dakwah yang terbuka, tidak bermanis muka, dakwah yang tegas meletakkan garis lurus disamping garis bengkok. Dakwah, yang tegas memisahkan antara yang hak dan yang batil. Dakwah dengan identitas Islam, bukan dakwah abu abu yang tak jelas visinya terhadap Islam.

Saat engkau sibuk dengan dakwah itu, saat engkau sibuk dengan target opini dan rekrutmen itu, tiba-tiba datang kabar. Ada akhwat yang menerima proposal pinanganmu, engkau tdk perlu taaruf karena sebelumnya sudah saling mengenal.

Kabar berikutnya, kedua orang tuanya menyetujui, sedangkan orang tuamu menyerahkan sepenuhnya kepadamu. Bahkan, orang tuamu juga menambah menyerahkan sejumlah biaya untukmu.

Engkau sendiri telah memiliki waktu dan kesiapan, dan pernikahan itu -atas izin dan pertolongan Allah SWT- segera akan kau jalani. Selepas itu, engkau bisa umumkan status kepada khalayak dengan redaksi :

"Kukabarkan kepada siapapun yang  dahulu selalu konsisten bertanya : kapan menikah ? Ketahuilah ! Sesungguhnya aku telah menikah.."

[].

0 komentar

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]




. . .
 
© 2011 - 2021 | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Facebook | Twitter | Versi MOBILE