Indonesia: Latihan Soal IPS kelas 8 (dari bank soal untuk menghadapi ujian nasional dan tryout)

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang tersedia, dan kerjakan di buku saja ya!

1. Indonesia terletak antar 2 benua dan 2 samudra sehingga Indonesia mempunyai posisi ....
a. geografis
c. geologis
b. silang
d. ekonomis

2. Posisi Indonesia terletak antara Benua Asia dengan Benua ....
a. Amerika                c. Australia
b. Asia                      d. Afrika

3. Pada dasarnya jenis tanah dapat dibedakan menjadi ....
a. tanah organik dan gambut
b. tanah anorganik dan alluvial
c. tanah alluvial dan gambut
d. tanah organik dan anorganik

4. Pada wilayah ekuator mengenal musim ....
a. panas dan dingin
b. penghujan dan kemarau
c. penghujan dan panas
d. penghujan dan kering


5. Ketika matahari beredar di belahan bumi  utara, menyebabkan angin bergerak dari ... melewati Indonesia.
a. Asia ke Australia
b. Australia ke Asia
c. Asia ke Lautan Hindia
d. Australia ke Pasifik

6. Perubahan musim di Indonesia disebabkan karena adanya …..
a. rotasi bumi
b. revolusi bumi
c. rotasi matahari
d. revolusi matahari

7. Fauna yang menempati Indonesia bagian barat sampai Selat Malaka dan Selat Lombok disebut ....
a. Fauna Australis
b. Fauna Asiatic
c. Fauna Wallace
d. Fauna Peralihan

8. Jarak Barat – Timur sebenarnya di seluruh permukaan bumi setiap satu derajad adalah ....
a. 1 km
b. 11 km
c. 11 km
d. tidak sama

9. Musim penghujan di Indonesia terjadi pada saat musim ....
a. panas
b. dingin
c. sedang
d. pancaroba

10. Batas Pulau Jawa paling timur 114º30’BT, paling Barat 105º15’BT, bila setiap derajad ada 110 km, maka panjang Pulau Jawa adalah:
a. 1.072,5 km                  c. 1.039,5 km
b. 1.006,5 km                 d. 1.017,5 km

11. Laut yang termasuk Dangkalan Sunda, yaitu:
a. Laut Jawa
b. Laut Sulawesi
c. Laut Banda
d. Laut Timor

12. Hewan mamalia khas Indonesia bagian tengah, yaitu ....
a. buaya
b. cendrawasih
c. komodo
d. badak

13. Garis batas persebaran flora dan fauna. Indonesia bagian barat dan tengah disebut garis ....
a. Wallace                c. Weber
b. Barat                    d. Timur

14. Sebaran tanah andosol ada di ....
a. lereng gunung berapi
b. pegunungan kapur
c. dataran pantai
d. dataran banjir

15. Tanah yang terbentuk akibat pengendapan bahan organik adalah tanah ....
a. Histosol c. Grumusol
b. Alluvial d. Latosol


Isilah titik-titik di bawah ini!
1. Secara astronomis, letak wilayah Indonesia adalah pada ....
2. Secara astronomis, wilayah Indonesia berada dalam wilayah iklim tropis. Wilayah iklim tropis terletak pada ....
3. Musim kemarau yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh pengaruh angin muson yang melewati benua ....
4. Jenis tanah yang terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera adalah ....
5. Menurut ilmuwan Wallace dan Weber, binatang badak digolongkan sebagai fauna bertipe ....


Kerjakan soal-soal berikut ini!
1. Jelaskan letak geologis Indonesia!
2. Mengapa musim kemarau terjadi sekitar bulan Mei hingga Oktober?
3. Sebutkan wilayah pulau-pulau yang merupakan flora fauna tipe Asiatis!
4. Mengapa penduduk Pulau Jawa sangat padat?
5. Bagaimana cara kalian bersyukur kepada Tuhan karena diberi alam yang kaya raya?

Majas dalam Puisi

Beberapa contoh majas yang ada dalam puisi adalah sebagai berikut.


a. Metafora, yakni pengungkapan yang mengandung makna secara tersirat untuk mengungkapkan acuan makna yang lain selain makna sebenarnya, misalnya, "cemara pun gugur daun" mengungkapkan makna“ketidakabadian kehidupan".
.

b. Metonimia, yakni pengungkapan dengan menggunakan suatu realitas tertentu, baik itu nama orang, benda, atau sesuatu yang lain untuk menampilkan makna-makna tertentu. Misalnya, "Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu". "Kuntum bunga" di situ mewakili makna tentang remaja yang sedang tumbuh untuk mencapai cita-cita hidupnya.
.

c. Anafora, yakni pengulangan kata atau frase pada awal dua larik puisi secara berurutan untuk penekanan atau keefektifan bahasa. Misalnya, terdapat dalam salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
      Kita tinggalkan kota ini, ketika menyeberang sungai terasa waktu masih mengalir di luar diri kita. Awas, jangan menoleh, tak ada yang memerlukan kita lagi tak ada yang memanggil kembali.
d. Oksimoron, yaitu majas yang menggunakan penggabungan kata yang sebenarnya acuan maknanya bertentangan. Misalnya, pada salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
      Begini: kita mesti berpisah. Sebab Sudah terlampau lama bercinta _______________________________
      Sumber: Buku Sekolah
      Terima Kasih:
 busana muslim busana muslim Seragam Kerja Batik Seragam Kerja Batik Seragam Kerja Batik Seragam Kerja Batik Seragam Kerja Batik busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim busana muslim

Terbentuknya Harga Pasar (Rangkuman)


  • Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang akan dibeli pada berbagai tingkat, harga, waktu dan tempat tertentu.
  • Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan adalah harga barang, penghasilan masyarakat, selera masyarakat, kualitas barang, harga barang lain yang berkaitan, waktu, jumlah penduduk, dan ramalan yang akan datang.
  • Hukum permintaan menyatakan bahwa “makin rendah harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya makin tinggi harga barang, maka jumlah barang yang diminta makin berkurang “.
  • Kurva permintaan adalah suatu grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dengan tingkat harganya dalam berbagai kondisi.
  • Berdasarkan jumlah konsumen, permintaan dibedakan menjadi permintaan individual dan permintaan pasar.
  • Berdasarkan daya beli konsumen, permintaan dibedakan menjadi permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.
  • Penawaran adalah jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga, waktu, dan tempat tertentu.
  • Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran adalah biaya produksi tingkat teknologi, harga barang lain, dan tujuan perusahaan.
  • Hukum penawaran menyatakan bahwa “jika harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan bertambah dan sebaliknya, jika harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan berkurang.”
  • Harga keseimbangan adalah harga kesepakatan antara penjual dan pembeli yang tercipta melalui proses tawar menawar.
  • Terbentuknya harga keseimbangan melalui proses tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga tercapai kesepakatan harga.

Contoh TRANSKRIP PERCAKAPAN

Keterangan:

S : Subyek
P : Pendamping
V : Anggota tim visitasi
Pm : Pembantu


Diambil dari catatan seorang teman.

1. Kamis, 11 September 2003
V1 : Selamat sore, kami dari Gloria, mau mengunjungi saudari Devi.
S : Oh, iya … silahkan masuk. Terima kasih lho mau datang ke sini.
V: Gimana kabarnya Dev ?
S : Oh, … baik-baik aja. Udah agak mendingan kok dibanding yang lalu.
V1 : Dev, kenalan, ini Esther, Irma, Deiby, dan ini Lina.
S : (Sambil tersenyum). Saya Devina, orang biasanya memanggil saya dengan Devi.
V2 : Devi biasanya ikut kebaktian berapa ?
S : Ikut kebaktian 2. biasanya saya datang bersama Cece dan Ce Cang.
P : Ce Devi udah berapa lama ikut kebaktian di Gloria ?
S : Mm …… sekitar 1 tahun setengah mungkin.
V3 : Belum ikut pelayanan ya ?
S : Iya, masih belum, pengennya sih ikut tapi masih mikir-mikir apa yang cocok. Apalagi saya sakit gini. Kata dokter sih, nggak boleh terlalu capek. Harus banyak istirahat.
V3 : Ce Devi udah berapa lama sakit ? Mungkin mau didoakan ?
S : Oh, makasih lho. Iya nih, saya sakit kanker. Kanker mulut rahim. Sekarang sih udah stadium III akhir. Ya … nggak beda sama stadium IV lah. Sakit kanker ini saya alami ketika masih berusia 30 tauhn, sekitar kurang lebih 2 tahun lalu. Saya beberapa hari lagi … eh, satu bulan lagi lah genap 32 tahun. Waktu saya divonis kena kanker, saya sempat nggak percaya lho, saya pergi ke dokter-dokter yang terkenal di Surabaya, kemudian saya pergi ke Singapura dan Australia untuk ngecek kebenarannya. Ternyata saya sangat terpukul, karena hasilnya positif bahwa saya mengidap kanker mulut rahim. Waktu itu saya lagi jalan sama Budi. Kita tuh, udah mau tunangan. Waktu Budi tahu, ia langsung beralasan bahwa ia mau ke luar negeri, jadi nggak bisa tunangan dulu. Saya sempat merasa tidak berarti dan waktu itu rasanya ingin mati saja. Untungnya Cece masih ngingetin saya untuk tetap bersyukur dengan keadaan saya. Cece bilang: “Kamu tuh, mestinya bersyukur karena tidak jadi bertunangan dengan Budi”.
V1 : Mm …… (sambil mengangguk).
P : Ce Devi ada yang ingin didoakan ?
S : …… Ada, saya ingin bisa sembuh dan bebas dari sakit saya. Saya juga ingin Tuhan kuatkan saya untuk hari-hari saya selanjutnya. Oh iya, ini Deiby, ini Esther, ini Lina, ini siapa ?
V3 : Irma.
S : Oh iya, sori lupa.
V1 : Ok, mungkin ada lagi pokok doa yang lain ?
S : Mmm ….. iya ! saya ingin pelayanan. Itu aja deh.
V1 : (Memimpin doa dan setelah selesai doa) Ok, kita udah cukup lama disini, udah 1 setengah jam lho. Kita mohon diri dulu, mau pulang.
S : Aduh, maaf merepotkan, makasih lho ya. Kapan-kapan ke sini lagi ya (sambil menepuk punggung P).
P : Ok deh, saya pasti datang. Mm …… mungkin minggu depan Ce, boleh ?
S : Oh, tentu saja. Sungguhan lho ya.
P : Ok-ok. Bye …… God Bles.
S : Bye-bye … (sambil melambaikan tangan).

2. Jumat, 19 September 2003
P : Selamat sore, Ce Devi ada ?
Pm : Oh, … Cece Devi lagi ke luar. Tadi titip pesan, kalo ada sing nyari, ngomong-o lagi keluar sama Cece Delya mbe arek-arek. Kata-e ke TP, mau blanja trus mau jalan-jalan. Blanja keperluan rumah tangga.
P : Ok deh kalo gitu, titip pesan aja ke Ce Devi, tadi Deiby ke sini. Besaok pagi Deiby mau ke sini. Makasih ya mbak.
Pm : Oh iya, … sama-sama Non.

3. Sabtu, 20 September 2003
P : Halo Ce Devi ! Gimana kabarnya ?
S : Wah, senang sekali kau mau datang. Sori lho, aku kemarin keluar.
P : Oh, nggak pa-pa kok. Lagi ngapain ?
S : Barusan selesai mandi. Eh, panggil Cik Dev aja deh, nggak usah Devi, kepanjangan.
P : Ok deh !
S : Seneng lho, kamu ke sini. Aku tuh seneng banget kalo ada yang datang, selain anggota keluarga githu. Rasanya diperhatiin banget lho. Kamu dari mana dan mau kemana ?
P : Dari rumah, dan mau ke sini (sambil tersenyum).
S : Mau minum apa ?
P : Nggak usah repot-repot. Nggak pa-pa kok.
S : (Meminta pembantu membuatkan minum). Jus jeruk nggak pa-pa ya.
P : Oh, makasih.
S : Kamu kuliah dimana ?
P : di UBAYA, jurusan psikologi. Sekarang udah semester 7.
S : wah, enak donk, udah mau selesai. Oh iya, nih ta’ kenalan ma Cece Delya (S memperkenalkan P dengan kakak perempuannya). Ce Delya nih mau ke kantor. Ini Cece no 1, anak ke dua. Aku semuanya 5 orang bersaudara. Yang pertama Ko Denny, Ce Delya, Aku, Desy trus Decky. Papa dah lama nggak ada. Mama skarang di Jakarta, ma Ko Denny. Deasy di Bali, dah married. Decky lagi di Amrik, ngambil S2.
P : Ci-cik nggak jalan-jalan ke Bali ? Ayik lho di Bali.
S : Iya nih, aku kadang mikir kalo aku tuh ngrepotin keluargaku. Aku dah nggak kerja, pake uang buat kemo aja, udah abis brapa. Belum lagi obat-obat yang lain. Kadang Ce Delya bilang sih, itu nggak masalah, nggak usah diperhatiin, yang penting aku sembuh. Aku tetep aja ngrasa ngrepotin.
P : Itu wajar kok Cik. Ci-cik dulu kerja dimana ?
S : Itu lho, kamu tahu pabrik kertas Tjiwi Kimia ?
P : Oh, yang kerjasama sama orang Taiwan. Tahu, Ci-cik kerja disitu ?
Udah lama tha ?
S : aku disana sekitar 2 tahunan. Senang lho mestine disana. Orang-orang sing disana ramah-ramah. Tapi, pas papa nggak ada, 1 tahun kemudian berhenti en bantu Cece ma Koko ngurusi perusahaan papa, dibidang tekstil. Sampe aku umur 30 trus kena kanker, aku nggak boleh kerja lagi. Katanya harus banyak istirahat. Padahal aku pengen sibuk supaya lupa sama kanker. Ya … mereka sayang aku, makanya dimanjain kayak gini. He he he (Subyek tertawa lepas) ……. Oh iya, kamu dah lama di Gloria ?
P : Sudah 6 tahun lebih. Mulai tahun 97 aku ke sini.
S : Lho, asli mana ? Oh … dari SMU dah disini ? SMU mana ?
P : Asli dari Tobelo, dekatnya Ternate. Iya, SMU di Petra.
S : Ow … jauh banget, disana banyak sea food ya ?
P : Iya, banyak sekali, murah lagi.
S : mm … jadi pengen makan. He he he. Iya ! sebelum aku lupa, aku tuh mau ngajak kamu ke gereja bareng. Bisa nggak ?
P : Oh, bisa-bisa, kapan ? Besok ?
S : Besok aku brangkat sama Cece. Minggu depan aja. Tanggal … tanggal … 28 kalo nggak salah.
P : Ok, boss. He he.
S : Aku tuh dah sering lihat kamu di gereja. Kamu soalnya sering pelayanan, makanya nggak asing.
P : wah, makasih lho. Jadi kayak orang terkenal aja.
S : Iya beneran kok. Makanya aku nggak canggung ngajak kamu ngomong-ngomong. Lagian kamu sering ngguyu. Lagian, kita kan saudara seiman, jadinya nggak canggung cerita berbagai macam hal.
P : Ok deh Cik, thanx minumnya, thanx waktunya, sori kalo dah ngrepotin Ci cik. Ok ? Aku pulang dulu ya, dah jam 11.00 soale. Minggu tanggal 28 lho ya ! Ta jemput jam 08.00.
S : Ok. Bye-bye …… Hati-hati di jalan. Makasih.
P : Makasih juga. Bye ……. (sambil melambaikan tangan).

4. Minggu, 28 September 2003
P : Pagi, Cik ! Pa khabar ?
S : Baik, kamu ?
P : Baik juga. Udah siap ?
S : Udah kok. Ayo brangkat. Aku tuh minta dijemput soalnya mobilku di bengkel. Trus aku biasanya bareng Ce Delya sekeluarga ke Jakarta. Makanya kami ta minta tolong njemput, supaya ada barengan-e. pa-pa ?
P : Mesti-ne sih, apa-apa tapi berhubung dah dimintai tolong ….. mm jadinya …. He he he. Kidding-kidding. Nggak pa-pa kok Cik.
S : Tadi kalo kamu bilang apa-apa, Aku pasti jawab semoga upahmu besar di surga. He he he.
P : Ci cik di rumah ngapain ae ?
S : Iya, kalo arek-arek nggak ada, Ce Delya ke kantor, Ce Cang k epabrik, aku biasanya masak-masak, bikin kue, baca-baca, nonton dud, kabel vision, tv, buat alas kaki dari benang wol itu lho. Kalo punya-e Ce Delya dah slesai, aku bikinin buat kamu sama Ellise, konco SMU-ku. Dia sekarang masih di Singapura.
P : Ok, ta tunggu. Dah nyampe nih.
S : Iya, parkir mana ya ?
P : Sini aja ya (smbil menunjuk parkir).
S : Boleh-boleh (sambil mengangguk).
P : Ci cik mau langsung masuk atau mau ke taoilet dulu ?
S : langsung masuk aja.
(setelah selesai kebaktian, beramah tamah dengan rekan jemaat)
S : Deb, ke rumah yuk, cerita-cerita trus makan.
P : wah, sorry cik, aku mesti rapat jam 11.00 piye?
S : Nggak apa, ayo kita pulang, nanti kamu telat rapat-e.
P : Baik boss. He he.
S : Pir, maksudku bu sopir, tolong ya, saya diantar pulang. He he.
P : Ok, bos. (sambil membungkuk). He he.
S : Thanx lho Deb, mau ta repotin antar jemput aku. Aku senang soale bisa ke gereja. Aku tuh pengen sungguh-sungguh bisa dekat sama Tuhan, karena Tuhan sudah ngasih berkat yang berlimpah. Saya dapat merasakannya. Tuhan itu baik banget ma Aku.
P : Aku juga merasakan yang sama. Kadang kita nggak tahu rencana Tuhan seperti apa, tapi Tuhan menjadikan itu indah pada waktunya.
S : Tul … ! Dah sampe nih. Kapan kamu main-main ke sini lagi ?
P : Mm …… Jumat deh. Jumat sore. Bisa ?
S : Bisa-bisa. Ok deh. Bye-bye. Thanx Deb.
P : Same-same bu Devi, saya pamit dulu, mau rapat.
S : Iya, monggo … ! Selamat meeting. Thanx. Hati-hati !
P : Bye-bye, CU.

5. Jumat, 3 Oktober 2003
P : Selamat sore, Cik Dev ada ?
Pm : Lagi mandi. Silahkan masuk.
P : Oh, iya, makasih mbak.
Pm : silahkan duduk dulu. Sebentar lagi selesai kok.
P : (ketika S keluar dari kamar). Halo, Cik ! gimaa kabarnya hari ini ?
S : Ya …… seperti biasa lah. Tapi skarang saya senang karena punya teman seperti kamu dan baru-baru ini teman SMU-ku menelpon-ku dan berjanji mau ke sini besok. Dia barusan pulang dari Singapura. Dia di Surabaya sini lama, sekitar 2 atau 3 bulan. Kalo ketemu, atau, kapanlah, kamu ta’ kenalno mbe dee.
P : (sambil menggangguk) Ci cik udah nggak ketemu ama dia berapa lama ?
S : Mm …… lama ….. eh, nggak, waktu aku ke Singapura berobat, ketemu dia kok. Dia tuh, disana senang mbikin kue. Makanya aku blajar bikin kue dari dia. Masakanne dee juga enak lho. Tapi puedes soro. Aku disana jadi ketularan dee senang masak sama bikin kue. Kamu senang masak nggak ? Ato bikin kue.
P : Oh …… senang. Aku ada banyak resep di rumah. Kapan-kapan ta’ bawa-no.
S : Iya, kapan-kapan masak bareng yuk ?
P : Iya-iya, kapan ya ?
S : Gini aja, pas kamu nganggur aja, kamu telpon aku. Aku khan nganggur terus. Nggak enak. Tapi aku tuh nggak bisa diam dan cuman duduk-duduk aja. Pasti aku nyari kegiatan ato aktivitas yang bisa bikin sibuk. Lha, kalo nggak gitu, pasti bosan. Kan nggak mungkin tiap hari di rumah trus nggak ngapa-ngapain …… Meskipun gini-gini, saya bahagia lho. Kadang aku kasihan pas lihat pengemis yang di lampu stop-an. Mereka pasti tidak bahagia karena mereka hidup, maksudku hidup-e mereka harus bergantung pada orang lain, tapi aku masih dapat merasakan kebahagiaan …… sungguhan lho.
P : Kebahagiaan itu, menurut Ci cik apa ?
S : Ya …… jkebahagiaan …. Mm …… hidup yang berjalan dengan sendirinya, terus menerus, tanpa kita sadari, tapi didalamnya kita telah melakukan sesuatu yang bermakna, seperti misalnya membuat orang yang kita sayangi dan yang menyayangi kita merasa bangga terhadap kita, juga kita merasa nyaman dalam menjalankan hidup sehari-hari, mm …… itulah bahagia.
Dulunya aku pengen mati aja. Sempat kepikiran bunuh diri lho ! Jangan bilang siapa-siapa ya (P mengangguk). Waktu itu karena vonis kanker mulut rahim trus si Budi, pacar-e Ci cik, langsung ngasih alasan katanya dia mau ke luar negeri, padahal waktu itu udah mau tunangan. Ya ….. beruntung sih, nggak jadi married sama Budi. Tuhan baik banget. Bersyukur banget, trus cce juga gitu, baik banget, ndukung aku, sabar trus pengertian. Makanya aku bahagia, ngga jadi mati.
P : Iya, bersyukur Cik.
S : Iya, dokter bilang sih tunggu mujizat kalo mau sembuh. Skarang, kemo-no jalan terus tapi rasanya dokter dah bilang ke Cece kalo aki diseneng-senengno aja, tinggal tunggu waktu. Cece tetep ngotot minta aku di Kemo. Padahal kemo tuh suakit banget. Aku sampe jadi kurus gini, rambutku juga rontok. Ini nih pake ramput palsu. He he he. Biar keliatan tetep cantik. Ce ile … !
Aku banyak berdoa, supaya bisa sembuh, karena waktu itu Tuhan nggak ngijinin aku mati, waktu aku punya pikiran bunuh diri itu.
P : iya Cik, seberapa besar beratnya cobaan itu, Tuhan nggak bakal nyobain kita melampaui kekuatan kita. Ngomong-ngomong, Ci cik tadi, maksudku pernah ingin bunuh diri, pandangan Ci cik tentang kematian tuh seperti apa ?
S : Kematian ? Mm ….. iya-ya ?! Dulunya aku tuh pas masih Kristen KTP, tahu kan ? cuman di KTP aja ada tullis agama Kristen, tapi nggak pernah ke gereja. Budi beragama Katholik. Waktu itu aku ngganggap diriku sangat nggak berarti, kalo memang aku ngidap kanker. Mendingan mati aja, dari pada aku sebagai wanita tapi nggak punya rahim. Rahimku dah diangkat, tapi kankernya masih menjalar. Waktu itu, aku pikirnya dengan mati, segala sesuatu pasti berakhir …. Akhir-e aku sadar, kematian tuh bukan segala-galanya. Aku masih diberikan oleh Tuhan. Kalo memang aku sudah ditentukan mati karena kanker, ya …. Aku terima, tapi selama masih ada usaha untuk sembuh, aku pasti jalanin. Aneh ya …. Waktu itu aku pengen mati. Orang-orang yang biasanya divonis kanker, takut mati.
P : Trus, menurut Ci cik skarang, kematian tuh seperti apa ?
S : Oh iya, … kematian … ya merupakan alur yang harus di … dilewati, dilalui oleh tiap manusia. Karena-nya hidup ini harus diisi dengan sesuatu yang bermakna. Hidup kan hanya sekali dan kita nggak tahu kapan kita akan mati.
Aku yakin, kalo hidup diisi dengan sesuatu yang bermakna maka selama hidup aku pasti bahagia, juga setelah mati, aku pasti bahagia karena masuk dalam kerajaan Allah.
Makanya aku tuh sebener-e pengen pelayanan. Di gereja kan ada singer, aku pengen melayani melalui singer itu. Gimana ? Kamu bisa tolong sampein ke hamba Tuhan di gereja ?
P : Ok-ok, nanti ta’ sampein sekalian.
S : Oh, …… itu, yang jadi penyambut itu lho.
P : Oh, penyambutan ? Kebaktian berapa ?
S : Kebaktian II aja. Aku biasanya ikut kebaktian II soale.
P : Ok-ok, aku sampein ke Ko Philip aja. Tahu khan ?
S : Oh …. Pak Philip yang penginjil itu ya ?
P : Yup !
S : Kamu kenal ?
P : Iya, aku dari remaja jadi anak bimbingnya dia. Dia kan megang komisi remaja, pemuda sama pemuda dewasa. Ci cik ikut pemuda dewasa aja, biasanya mereka setiap Jumat, tapi cuman sebulan sekali, tiap Jumat minggu ke 3.
S : Mm …… tapi nggak ada yang kenal, kamu ?
P : Aku ? ya …… aku sih masih ikut pemuda. Kalo pemuda dewasa tuh 25 tahun ke atas.
S : Oh gitu ? Iya deh, ntar aku ngajak Cece. Dia pasti mau.
P : Cik, nggak usah, nggak pa-pa. soal-e aku mesti ke rumah temen. Aku dah janji mau nerangin dia materi kuliah yang dia kurang paham.
S : Oh, gitu …… Iya deh.
P : Aku mungkin 2 minggu lagi baru ke sini, soalnya mau UNTUK, trus mau nyelesaiin tugas kuliah.
S : (tersenyum) Ok deh. Selamat ngerjakan tugas, moga ujianmu sukses ya …. Ta’ dukung dalam doa.
P : Thanx lho, Cik ?
S : Oh iya kapan ya ta’ kenal-no sama Ellise ?
P : Terswerah Ci sik deh, kapan Ok ? Bye-bye…….
S : Bye …… Hati-hati lho ya.

6. Jumat, 17 Oktober 2003
P : Hallo ….
S : Hallo, Deb ! Gi ngapain ?
P : Lagi di
S : Ini lho, aku tuh mau ngundang kamu. Minggu besok, aku ulang tahun. Di Grand Ocean.
P : Minggu tanggal 19 ?
S : Iya … Bisa khan ?
P : Jam piro Cik ?
S : Jam 6 sore. Bisa ?
P : Oh … bisa-bisa.
S : gimana ujianmu ? Sukses ?
P : Lumayan ….
S : Lumayan baik, ato … ?
P : Lumayan baik kok.
S : Ah, …. Merendah kamu. pasti sukses toh !
P : Amien.
S : Besok nggak ada ujian ?
P : Ada, jam 1 siang. Napa Cik ?
S : Nanti sore mau ngajak kamu pesan tempat di Grand Ocean. Tugas-tugasmu dah selesai ?
P : Tinggal dikit kok. Nggak pa-pa.
S : Ok deh. Nanti sore kamu ta’ jemput ya. Lewat sampingnya Tops HR itu kan ?
P : Yup. Ok deh … Eh, sore jam berapa ?
S : Jam 5 aja. Ok ? Bye-bye !
P : Bye !
(Sore itu, S menjemput P dan sepanjang perjalanan bercerita mengenai gereja dan P menunjukkan kotal obat “Daun Teratai” yang biasanya dikonsumsi penderita kanker).

7. Minggu, 19 Oktober 2003
P : Happy Birthday Cik (sambil mencium pipi kanan-kiri S dan memberikan kado)
S : Wah, makasih …. ! Sini, ta’ kenalan ma temen-temen trus sama keluarga-ku (P diperkenalkan dengan teman dan keluarga S. S memperkenalkan P sebagai mahasiswa Psikologi UBAYA, teman gereja).
Acara yang berlangsung sangat meriah, karena tidak hanya mengundang kerabat dekat saja, tapi juga mengundang karyawan perusahaan dan beberapa anggota jemaat gereja.


  Home |   - |   Testimoni |   FAQ |   Produk Suwur |   Martapura |   Batik Unik |   Gamis Modern |  Batik Tulis |   Perhiasan Martapura |   Millo Shop

Jenis-Jenis dan Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Jenis-jenis dan persebaran fauna di Indonesia sangat terkait dengan sejarah terbentuknya daratan di Indonesia berawal pada zaman es. Pada masa itu, wilayah Indonesia bagian Barat yang disebut juga Dataran Sunda masih menyatu dengan Benua Asia, sedangkan Indonesia bagian Timur yang disebut juga Dataran Sahul menyatu dengan Benua Australia. Dataran Sunda dan Dataran Sahul juga masih berupa daratan belum dipisahkan oleh laut dan selat.
Keadaan tersebut menyebabkan keanekaan flora dan fauna di Indonesia bagian Barat seperti Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera pada umumnya menunjukkan kemiripan dengan flora di Benua Asia. Begitu pula dengan flora dan fauna di Indonesia bagian Timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna di benua Australia. Jadi, Indonesia pada masa itu menjadi jembatan penghubung persebaran hewan dari Asia dan Australia.
Kemudian, pada akhir zaman es, suhu permukaan bumi naik sehingga permukaan air laut naik kembali. Naiknya permukaan air laut mengakibatkan Jawa terpisah dengan Benua Asia, kemudian terpisah dari Kalimantan dan terakhir dari Sumatera. Selanjutnya Sumatera terpisah dari Kalimantan kemudian dari Semenanjung Malaka dan terakhir Kalimantan terpisah dari Semenanjung Malaka.
Seorang berkebangsaan Inggris bernama Wallace mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan bagian Barat dengan hewan di Indonesia bagian Timur. Batasnya di mulai dari Selat Lombok sampai ke Selat Makasar. Oleh sebab itu, garis batasnya dinamakan garis Wallace. Batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan dari Asia ke Indonesia. Di samping itu seorang peneliti berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya tentang penyebaran fauna di Indonesia, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber. Sedangkan daerah di antara dataran Sunda dan dataran Sahul oleh para ahli biografi disebut daerah Wallace atau daerah Peralihan. Mengapa disebut daerah Peralihan? Karena di daerah ini terdapat beberapa jenis hewan Asia dan Australia, jadi merupakan daerah transisi antara dataran Sunda dan dataran Sahul.



Sebaran Flora di Indonesia
Flora adalah dunia tumbuh-tumbuhan. Jenis tumbuh-tumbuhan yang ada pada suatu wilayah belum tentu terdapat pada wilayah lain. Indonesia berada di kawasan sekitar katulistiwa, dengan demikian ditinjau dari iklimnya, termasuk iklim tropis.

Flora di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu hutan hujan tropis, hutan musim, dan hutan sabana tropik. Hutan hujan tropis hidup sepanjang tahun, hutan musim dedaunan rontok pada musim kemarau, sedangkan hutan sabana tropik berupa rerumputan dan semak belukar. Hutan hujan tropis tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Irian atau Papua. Hutan musim banyak tersebar di Jawa bagian timur, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Hutan sabana tropik hanya ada di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, antara lain di Pulau Sumba dan Pulau Timor.
a. Flora Asiatis
Flora Asiatis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Flora ini terdiri atas:
1) hutan bakau (mangrove) dan rawa gambut di bagian timur Sumatera
2) meranti, rotan, rawa gambut, rawa air tawar di bagian barat Sumatera.

b. Flora Australis
Flora Australis terdapat di Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Flora Australis terdiri atas:
1) hutan hujan tropis yang berupa pepohonan tinggi dan lebat;
2) hutan sagu dan nipah;
3) hutan lumut, pada dataran tinggi atau pegunungan.


Sebaran Fauna
Dunia hewan atau fauna di Indonesia, secara geografis terbagi menjadi dua wilayah utama, dan satu wilayah peralihan. Wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah Asiatis, wilayah Australis, dan wilayah Peralihan.
a. Fauna Asiatis
Fauna di wilayah Indonesia bagian barat banyak menyerupai daratan Asia. Persebaran fauna di Indonesia bagian barat, yaitu dari wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga Selat Makasar dan Selat Lombok. Fauna di daerah bagian barat ini terdapat banyak binatang menyusui dengan ciri jenis hewan besar.


b. Fauna Australis
Fauna Australis banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian timur, berupa burung, dan jenis binatang berkantung.


c. Flora dan Fauna Peralihan
Tumbuhan di daerah pantai hampir sama dengan tumbuhan di Papua, sedangkan yang ada pada daerah pegunungan mirip dengan yang ada di Kalimantan.
Sebagaimana flora, fauna di wilayah peralihan ini berjenis Asiatis dan Australis. Contohnya antara lain anoa, babi rusa, burung maleo, bengkarung dan komodo.





 

Unsur Rima dan Irama dalam Puisi


Bacalah puisi berikut ini dengan baik.


        Ke manakah pergi
        mencari matahari
        ketika salju turun
        pohon kehilangan daun
        Ke manakah jalan
        mencari lindungan
        ketika tubuh kuyup
        dan pintu tertutup
        Ke manakah lari
        mencari api
        ketika bara hati
        padam tak berarti
        Ke manakah pergi
        Ke manakah pergi
        selain mencuci diri
Setelah membaca puisi berjudul "Salju" karya Wing Kardjo tersebut, apakah yang pertama kali menarik perhatian Anda? Sejalan dengan telaah unsur bangun struktur, Anda tentunya mencoba mengamati contoh konkret dari apa yang disebut bangun struktur puisi. Dari sejumlah unsur struktur puisi yang telah diungkapkan, sekarang kita pusatkan perhatian pada aspek bunyi terlebih dahulu.
Jika berbicara tentang masalah bunyi dalam puisi, kita harus memahami konsep tentang hal-hal berikut.

a. Rima, menyangkut pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik puisi maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.
b. Irama, yakni paduan bunyi yang menimbulkan unsur musikalitas, baik berupa alunan tinggi-rendah, panjang-pendek, dan kuat-lemah yang keseluruhannya mampu menumbuhkan kemerduan, kesan suasana, serta nuansa makna tertentu.
Timbulnya irama itu, selain akibat penataan rima, juga akibat pemberian aksentuasi dan intonasi maupun tempo sewaktu melaksanakan pembacaan secara oral.
c. Ragam bunyi meliputi euphony, cacophony, dan onomatope.

Rima adalah bunyi yang berselang atau berulang, baik di dalam larik puisi maupun pada akhir larik-larik puisi. Pada contoh puisi tersebut, misalnya, dapat dilihat adanya pengulangan bunyi vokal (e) seperti tampak pada larik "ke manakah pergi". Perulangan bunyi demikian disebut asonansi.
Selain itu, juga dapat diamati adanya perulangan bunyi konsonan (n) seperti nampak pada larik "pohon kehilangan daun". Perulangan bunyi konsonan itu disebut aliterasi. Perulangan bunyi seperti contoh tersebut berlaku di antara kata-kata dalam satu larik. Rima demikian itu disebut rima dalam.
Lebih lanjut, jika kita mengamati bait pertama puisi "Salju" tersebut, tampak juga adanya paduan bunyi antara setiap akhir larik sehingga menimbulkan pola persajakan vokal /i/ — vokal /i/ dengan konsonan /n/ — konsonan /n/ seperti tampak pada bentuk . . . pergi/. . . matahari/. . . turun/. . . daun. Rima demikian itu, yakni rima yang terdapat pada akhir larik puisi, disebut rima akhir.
Pada contoh puisi tersebut juga dapat kita jumpai adanya pengulangan kata "ketika" di antara bait-bait. Ulangan kata demikian disebut rima identik. Contoh lain misalnya, dapat diamati pada puisi berjudul "Sajak Samar" karya Abdul Hadi W.M. berikut.
        Ada yang memisahkan kita, jam dinding ini
        ada yang mengisahkan kita, bumi bisik-bisik ini
        ada. Tapi tak ada kucium waangi kainmu sebelum
        pergi tak ada. Tapi langkah gerimis bukan sendiri.
Pengulangan bunyi disebut rima sempurna jika meliputi baik pengulangan konsonan maupun vokal, seperti tampak pada bentuk "pergi" dan "sendiri", larik 3 dan 4 puisi tersebut. Adapun pengulangan bunyi disebut rima rupa jika pengulangan hanya tampak pada penulisan suatu bunyi, sedangkan pelafalannya tidak sama. Misalnya, rima antara bunyi vokal /u/ dalam bentuk "bulan" serta bunyi vokal /u/ dalam "belum", seperti tampak pada salah satu
puisi Abdul Hadi W.M. berjudul "Dan Bajumu" berikut.


        Pasang bajumu. Dingin akan lalu melewat
        menyusup dekat semak-semak pohon kayu
        Tapi bulan belum kelihatan, puncak-puncak bukit
        sudah berhenti membandingkan dukamu,
        sehari keluh kesah


Anda tentunya telah mengenal istilah euphony sebagai salah satu ragam bunyi yang mampu menuansakan suasana keriangan, vitalitas, maupun gerak. Bunyi euphony umumnya berupa bunyi-bunyi vokal. Anda sendiri dapat mengetahui bahwa kata-kata yang mengandung sesuatu yang menyenangkan umumnya mengandung bunyi vokal, seperti tampak pada kata "gembira", "bernyanyi", "berlari", dan lain-lain. Pada puisi "Salju" tersebut, Anda dapat melihat adanya kata "pergi/mencari/matahari".
.
Berkebalikan dengan bunyi euphony, bunyi cacophony adalah bunyi yang menuansakan suasana ketertekanan batin, kebekuan, kesepian ataupun kesedihan. Jika bunyi euphony umumnya terdapat dalam bentuk vokal, bunyi cacophony umumnya berupa bunyi-bunyi konsonan yang berada di akhir kata. Bunyi konsonan itu dapat berupa bunyi bilabial, seperti nampak pada larik-larik ketika tubuh kuyup dan pintu tertutup.
.
Peranan bunyi dalam puisi meliputi hal-hal berikut:
- untuk menciptakan nilai keindahan lewat unsur musikalitas atau kemerduan;
- untuk menuansakan makna tertentu sebagai perwujudan rasa dan sikap penyairnya;
- untuk menciptakan suasana tertentu sebagai perwujudan suasana batin dan sikap penyairnya.

Istilah-istilah dalam bidang ilmu pengetahuan / Science (3)

Limfosit : sel darah putih, termasuk kelompok agranulosit.
Leukemia : meningkatnya jumlah leukosit yang abnormal, sedangkan jumlah eritrosit dan leukosit menurun.
Lipase : enzim pemecah lemak (lipid) menjadi asam lemak dan gliserol.
Logam alkali : kelompok logam atau unsur yang meliputi Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr, ditempatkan pada Tabel Periodik sebagai golongan IA.
Logam alkali tanah : kelompok unsur atau logam yang mencakup Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra ditempatkan pada Tabel Periodik sebagai golongan 11 A.
Massa jenis : massa benda per satuan volume.
Miopi : cacat mata yang penglihatan penderitanya tampak buram jika melihat benda-benda jauh.
Molekul : gabungan dua atom atau lebih yang
berasal dari unsur yang sama atau berbeda.
Molekul unsur : gabungan dua atom atau lebih
yang berasal dari unsur yang sama.
Molekul senyawa : gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang berbeda.
Monosit : sejenis leukosit berinti besar dan sitoplasma bergranula.
Metamorfosis : perubahan bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
Nematisida : pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing.
Neutrofil : jenis leukosit yang dapat bergerak amuboid dan fogositosis.
Osteoforosis : rapuh tulang, terbentuk pori-pori pada tulang, lalu patah.
Ovarium : indung telur, tempat pembentukan sel telur.
Overdosis : penggunaan obat secara berlebihan.
Panjang satu gelombang : panjang satu bukit dan satu lembah.
Percepatan gravitasi : nilai percepatan yang dimiliki benda yang jatuh karena adanya gravitasi bumi.
Periode : deret unsur pada Sistem Periodik Unsur yang tersusun secara mendatar dan menggambarkan perubahan sifat atom unsur secara periodik menurut kenaikan nomor atomnya.
Periskop: alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu, alat optik ini biasa dipasang pada kapal selam.
Pesawat sederhana : ala-atat mekanik untuk memudahkan kerja manusia.
Poliatomik : molekul yang tersusun oleh tiga buah atom atau lebih.
Presbiopi : cacat mata yang penderitanya tidak dapat melihat benda-benda jauh atau dekat dengan jelas. Cacat ini lebih banyak disebabkan faktor usia.
Psikotropika : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat.
Prinsip bejana berhubungan : prinsip yang menyatakan bahwa pemukaan air selalu rata, tidak dipengaruhi oleh bentuk permukaan dasarnya atau bentuk tabungnya dengan tempat air tersebut.
Peristaltik : gerak bergelombang kempis dan kendur otot saluran pencernaan dari depan sampai ke belakang.
Pubertas : usia remaja dimana terjadi pertumbuhan fisik sekunder yang menandakan organ reproduksi sudah berfungsi.
Pepsinogen : bahan belum aktif pepsin, aktif setelah bereaksi dengan asam lambung (HCl).
Pestisida : zat kimia yang berfungsi untuk membasmi hama.
Protombin : protein larut dalam plasma darah berperan dalam pembekuan darah.
Resultan : hasil penjumlahan atau pengurangan dua atau lebih gaya.
Resipien universal : penerima darah dari segala jenis golongan darah.
Rodentisida : pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
Renin : enzim yang diproduksi lapisan lendir lambung untuk mengubah protein susu menjadi kasein.
Senyawa ion : senyawa yang terbentuk karena adanya ikatan ion.
Sistem periodik unsur : sistem kelompok unsur yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom unsur.
Stomata : tempat keluar masuknya air dan udara pada daun.
Seismonasti : gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa sentuhan atau getaran.
Termonasti : gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa suhu.
Thalasemia : penyakit keturunan dimana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah.
Tekanan : dorongan gaya yang diberikan tiap satuan luas permukaan bidang tekan.
Tekanan atmosfer : tekanan udara, tekanan yang dimiliki atmosfer.
Tripsonogen : enzim yang dihasilkan oleh pankreas.
Usaha : besaran fisika yang dihasilkan oleh gaya yang dikerjakan pada suatu benda itu berpindah tempat.
Zat aditif : zat yang ditambahkan pada suatu bahan atau makanan dengan tujuan agar bahan makanan itu memiliki nilai, fungsi, ukuran, rasa, warna, bau, atau sifat-sifat tertentu.
Zat aditif sintetik : zat aditif dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis.
Zat adiktif : istilah untuk zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang.

Istilah-istilah dalam bidang ilmu pengetahuan / Science (2)

Gaya : dorongan atau tarikan yang memiliki arah.
Gaya gesekan : gaya yang dihasilkan karena persentuhan langsung dua permukaan yang bergesekan.
Gaya normal : gaya yang dimiliki benda yang berada tepat di permukaan bidang dan arahnya tegak lurus bidang.
Gelombang : getaran atau usikan yang merambat.
Gelombang elektromagnetik : gelombang yang dapat merambat dalam medium dan tanpa medium.
Gelombang longitudinal : gelombang yang arahnya sejajar atau searah dengan arah rambatnya.
Gelombang mekanik : gelombang yang dalam perambatennya memerlukan medium.
Gelombang transversal : gelombang yang arahnya tegak lurus terhadap arah rambatnya. 
Getaran : gerak bolak-balik periodik.
Golongan : sederet unsur yang menempati Tabel Periodik sebagai kolom tegak.
Gravitasi : gaya yang menyebabkan suatu benda jatuh ke permukaan bumi.
Gerak nasti : gerak sebagian tubuh tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang.
Gerak taksis : gerak seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang.
Gerak tropisme : gerak sebagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang.
Geotropisme : gerak sebagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah gravitasi bumi.
Hemoglobin : pigmen darah yang berfungsi untuk mengikat oksigen.
Herbisida : pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma).
Hidrofilik : bersifat menyukai air.
Hidrofobik : bersifat tidak menyukai air.
Hidrometer : alat ukur massa jenis zat cair.
Hipermetropi : cacat mata yang penderitanya tidak dapat melihat benda-benda dekat dengan jelas.
Hukum Archimides : jika suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, baik sebagian atau seluruhnya, benda akan mendapat gaya ke atas yang sama besarnya dengan berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut.
Hukum Kekekalan Energi : energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah bentuk.
Hukum Pascal : tekanan yang dikerjakan pada zat cair di ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata.
Ikatan ion : ikatan yang terbentuk antara ion-ion yang berbeda muatan.
Ileum : bagian bawah dari usus halus tempat penyerapan makanan.
Insektisida : pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga.
Inspirasi : masuknya udara ke dalam tubuh.
Ion : partikel bermuatan.
Kation : ion atau partikel yang bermuatan positif.
Kelembaman : kecenderungan benda untuk berada dalam keadaan diam.
Kemotaksis : gerak sebagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh adanya zat kimia.
Keseimbangan : keadaan pada saat resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.
Keuntungan mekanis : keuntungan yang dimiliki pesawat sederhana.
....................
Bersambung ...........
 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Bengkel Omasae, | Tenda Suwur |