Between The Beautiful and The Devil (end of story)

Between The Beautiful and The Devil (end of story)

Sepulang dari menunggu Supergirl selama setahun, The Devil berjalan tanpa arah, akankah ia menjadi sosok yang dulu kala? Dengan kehidupan yang ia rusak?, atau ia mencari kehidupan lain yang bisa membuatnya bahagia?.
Ditengah perjalanan tanpa arah itu… sosok cantik menarik hati the devil, lalu…
“Perlu bantuan… ?” sapa The Devil kepada wanita yang terkapar didepannya
“ah… tidak… aku masih bisa berjalan sendiri” the beautiful
“pakaianmu lusuh, rambutmu tak rapi, bau alkohol dibadanmu sungguh menyengat sekali, lihatlah kakimu, penuh dengan lumpur… tapi wajahmu masih tetap cantik.. aku salut padamu”
“bicara apa kau ini…memujaku atau menyinggungku?” the beautiful sambil membenarkan bajunya
“tidak wanita cantik… aku menyanjungmu… maukah kau kubawa ke tempatku?” the devil
“untuk apa? Aku bukan wanita yang semurah itu ya… aku bukan seorang pemabuk” the beautiful sibuk membersihkan kotoran dibajunya
“ooouu… sayang sekali…” the devil
“Alkohol ini gara-gara pria pemabuk itu… ia memuntahkannya dibajuku” the beautiful sambil menunjuk pria yang tertidur bersandar di tembok
“jadi kau wanita penghibur?” the devil
“BUKAN!!! Jangan ganggu aku… aku ingin membersihkan semua ini PERGI!!” the beautiful
“lalu kalau kau bukan wanita penghibur, mengapa bisa sedekat itu hingga pria memuntahkan isi perutnya dibajumu”the devil
“DIA AYAHKU!!! Aku tak mau berdebat dengan orang asing lagi..” the beautiful
“Nona… aku sudah tidak ingin diusir, beberapa kali aku diusir… kau tau bagaimana perasaanku ? sakit
rasanya”  the devil
“orang asing… sudah cukup kau mencampuri urusanku dan…” the beautiful menatap garang The Devil
“hmmm… ada apa?… ada apa dengan wajahku nona?…” the devil
“…”the beautiful
“bicaralah… agar aku tau ada apa dengan wajahku”  the devil
“tidak ada yang salah… kau.. maaf tuan aku sudah bicara kasar tadi..”  the beautiful
“mengapa kata-katamu berbeda ketika sudah melihat wajahku nona? Apa karena wajahku tampan, mengesankan? Sehingga tak pantas diperlakukan seperti tadi? Atau apa karna jantungmu berdetak kencang karena melihat ketampananku? Ataukah kau langsung mencintaiku dari pandangan pertama? Hehehe bagaimana nona?” the devil
“…”the beautiful
“hei.. nona.. kau cantik… aku juga cinta pada pandangan pertama denganmu”   the devil
“orang asing… aku anggap kau ini orang asing yang sangat… sangat… banyak bicara… pergilah…” the beautiful
The beautiful pergi entah kemana, meninggalkan The Devil yang sempat mengaggumi kecantikannya, tak lama, the beautiful kembali kehadapannya.
“Hai… kau kembali padaku nona…” the devil
“Tidak seperti yang kau fikirkan… cepat minggir..” the beautiful
The Devil dengan cepat merenggut tangan wanita itu dan mencengkramnya, dipeluknya tubuh the beautiful yang ringan seperti kapas
“HAIII!!!” the beautiful
“Kau… Cantik… lihatlah mataku… “the devil
“Tidak mau!… hei.. tanganku sakit… apa yang kau inginkan orang asing!!!” the beautiful
“Lihatlah mataku sebentar saja nona… itu yang kumaui” the devil
“Sudah kulihat…” the beautiful
“Bukan… kau tidak menatap mataku, tapi rambutku..” the devil
“Sudah kulihat… tolong lepaskan.. aku tak ada urusan denganmu..” the beautiful
“lihatlah… matamu sepertinya malu menatap mataku… itu berarti kau malu untuk mengatakan aku tampan… iya kan? Hahaha” the devil
“oouww… sakit sekali…”  the beautiful
“Sudah kulepaskan tanganmu… aku hanya ingin kau menatap mataku dengan matamu yang indah itu nona, tidak yang lain…” the devil
“…” the beautiful
“Dimatamu aku tau… kau mencintaiku dipandangan pertama? Iya kan?” the devil
“esst… sakit sekali… orang asing… asal kau tau saja… cinta tak bisa secepat itu dirasakan, apalagi orang sepertimu tak pantas mendapat cinta… pemaksa…!” the beautiful
“tapi… kau tidak bisa mengatakan, cinta tak bisa secepat itu dirasakan… karna kau sudah melewati proses itu.. Nona… kau sudah mencintaiku semenjak kau menatap wajahku tadi. Akui saja… aku orang yang sangat berpengalaman dengan masalah seperti ini. Dan matamu itu… tatapannya sangat sama dengan wanitaku dulu.. sama…” the devil
“…”the beautiful
“tapi kini aku tak memiliki mata itu lagi… yang menatapku penuh kekaguman. Harapan… cinta yang tulus.. kepolosan… dan kesetiaan..  aku tak memilikinya…” the devil
“kau benar… aku sama seperti apa yang kau katakan tadi… kau puas? Bisakah kau pergi dari sini?” the beautiful
“hahahaha… jangan secepat itu menyerah pada orang sepertiku nona…” the devil
“aku sudah mengakuinya… mengapa kau tidak pergi?” the beautiful
“Aku akan pergi bila kau juga ikut denganku” the devil
“tidak mau… siapa kau ini, beraninya memaksaku, mengancamku, dan sekarang mengajakku pergi” the beautiful
“aku… adalah aku… bukan siapa-siapa” “aku melihat kehidupanmu yang penuh keterpaksaan, aku melihat keinginanmu untuk bebas dari kehidupanmu sekarang, aku melihat kau jenuh dengan orang itu, yang sering kau sebut ayah, kau ingin bebas darinya kan? Nona… aku melihat semuanya dari tatapan matamu… “the devil
“kau benar… tapi aku tak mau pergi dengan orang yang sepertimu!” the beautiful
“Aku adalah orang yang menyia-nyiakan waktu nona, dulu aku memiliki segalanya, cinta, kehidupan, harta dan keindahan, tapi… setelah aku kehilangan cinta yang tulus dari wanitaku itu… aku mulai kehilangan segalanya. Semua karena keserakahanku… bukan karna kesalahan wanitaku dulu. Aku melihatmu sangat kesepian, akupun juga begitu, sangat kesepian, bukankah kita akan menjadi pasangan yang serasi? Bila bisa bersama? Apalagi kau memiliki tatapan  mata dan isi hati yang sama dengan wanitaku dulu” the devil
“Orang asing… kalau wanitamu dulu sangat setia dan tulus padamu, mengapa kau balas dengan penghianatan… aku juga melihat ditatapan matamu dan tingkahmu, kau penuh dengan penghianatan, dan mudah sekali merayu seorang wanita, bahkan mengajak seorang wanita pergi bersamamu hanya dalam waktu 1 jam. Lalu kalau aku pergi denganmu, aku akan kau perlakukan seperti wanitamu dulu?. Tentu saja aku tak mau kau melakukan hal yang sama kepadaku.” the beautiful
“…” the devil
“kau ingin membawaku pergi? Kau sudah tahu kalau kita bersama, kita bisa saling melengkapi, tapi aku ingin menguji kesetiaanmu, hiduplah didekatku, tapi jangan pernah menyentuhku, bicara padaku, bahkan mengajakku pergi lagi. Kau hanya bisa memandangku saja, hiduplah didekatku hingga waktu yang kutentukan, bila kau mendekati wanita lain dan mengajak wanita lain pergi di kehidupanmu, maka kau bukan orang yang pantas untuk diberi kesetiaan” the beautiful
“BAIK… akan kubuktikan, kalau aku berhasil, apa yang bisa kudapatkan nona?” the devil
“kau akan mendapatkanku, kehidupanku, cintaku, kesetiaanku dan ketulusanku” the beautiful
“baik…” the devil
Selama 7 tahun The Devil hidup didekat The Beautiful, tanpa menyentuhnya, tanpa  berbicara dengannya, hanya memandanginya dan melindungi hidup The Beautiful selama ini. Satu hari dimana The Beautiful merasa pembuktian Orang asing –nya itu sudah cukup…
“Orang asing… sudah cukup pembuktian kesetiaan dan rasa cintamu bagiku, bawalah aku pergi dari sini, dan kita menjalin cinta yang indah” the beautiful
“Nona… kita sudah menjalin hubungan itu dari 7 tahun yang lalu, dalam kesunyian, keheningan, kesetiaan, dan cinta yang tersembunyi…” the devil
“…”the beautiful
“tak perlu… kita tak perlu pergi kemana saja… biarlah kita disini saja, melanjutkan hubungan kita yang sudah terungkap jelas” the devil
“orang asing… aku mencintaimu dulu… saat ini… besok… dan seterusnya…” the beautiful
“tak perlu kau jelaskan rasamu padaku, karna aku sudah memahaminya, sekarang hanya kau wanitaku saat ini dan kehidupanku yang baru…” the devil
Karya Ayuna Kusuma Januari 2011
Tags: Cerber, super girl and the devil

Cerita Terkait

  • Black Love (Jung and Kim) VI (January 23rd, 2011)
  • Black Love (Jung and Kim) V (January 23rd, 2011)
  • Black Love (Jung and Kim) IV (January 22nd, 2011)
  • Black Love (Jung and Kim) III (January 22nd, 2011)
  • Crazy Love Elegy Part IV (January 22nd, 2011)

Terkait

Posting Komentar

 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Bengkel Omasae, | Tenda Suwur |