-

Bekerja dengan Berbekal Iman dan Ilmu

Pada penutup ayat dijelaskan, ”Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” Dari sini dapat dipahami bahwa seseorang yang memiliki iman dan ilmu akan diangkat beberapa derajat oleh Allah. Keimanan dan kepahaman merupakan modal utama untuk dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Dalam dunia kerja misalnya, seseorang dituntut memiliki dedikasi, menguasai skill, dan profesional. Akan tetapi, itu semua masih belum sempurna tanpa dilengkapi dengan keimanan kepada Allah yang kukuh. Keimanan inilah yang akan melahirkan optimisme, kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, dan sifat terpuji lainnya.

Oleh karena kita telah yakin bahwa Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu yang kita kerjakan, kita hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh. Motivasi dalam bekerja juga harus didasari untuk mencari rida dari Allah Swt. tidak sekadar mencari rezeki saja sehingga memiliki nilai ibadah.

Berikut ini beberapa hikmah pentingnya bekerja keras sebagai berikut.
1) Menjaga kehormatan diri karena dengan bekerja keras berarti kita terlepas dari ketergantungan pada orang lain.
2) Bekerja merupakan sarana utama untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga.
3) Bekerja merupakan sarana ibadah yang bernilai pahala jika dilakukan dengan ikhlas sebagai pengabdian kepada Allah.
4) Bekerja berarti akan menciptakan karakter pribadi yang tangguhdan sabar dalam setiap keadaan.

[ Selengkapnya tentang Etos Kerja ]

Kandungan Surah Al-Mujadilah [58] Ayat 11

Dalam Bekerja Hendaknya Membuat Perencanaan Tertentu

Ketika Rasulullah sedang menyampaikan pesan-pesan hikmah di depan para sahabat tampak bahwa majelis tersebut sangat padat. Oleh karena itu, Rasulullah segera membenahi cara duduk para sahabat sehingga jika ada orang yang mau lewat atau ingin mendekati beliau karena kondisi-kondisi tertentu tidak kesulitan. Demikian juga dalam bekerja membuat perencanaan tertentu dengan matang untuk diterapkan, sangat penting. Dalam bekerja, khususnya jika dilakukan bersama orang lain, membutuhkan manajemen tertentu untuk mencapai target pekerjaan dengan sukses.

Oleh karena setiap pribadi memiliki karakter, keahlian, dan potensi diri yang berlainan, perlu dibuat aturan-aturan tertentu sehingga masing-masing dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Termasuk dalam perencanaan adalah melakukan antisipasi-antisipasi tertentu terhadap sesuatu atau kondisi yang tidak umum terjadi.

[ Selengkapnya tentang Etos Kerja ]

Kandungan Surah Al-Mujadilah [58] Ayat 11

Latihan soal Agama Islam SMA

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X)!
1. Bacaan idgam bigunnah termasuk salah satu hukum bacaan tajwid. Bacaan idgam bigunnah terjadi jika ada . . . .
a. mim sukun bertemu dengan huruf ya, nun, mim, dan wau
b. tanwin bertemu dengan huruf ya, nun, mim, dan wau
c. nun mati bertemu dengan huruf hamzah, ha, kha, dan gain
d. tanwin bertemu dengan huruf lam dan ra
e. huruf alif didahului harakat fath.ah dan huruf wau didahului harakat dammah

2. Islam mengajarkan umatnya bersikap terhadap perbedaan keyakinan.
Sikap yang harus ditunjukkan terhadap perbedaan agama dan keyakinan adalah . . . .
a. memaksa orang lain mengikuti agama kita
b. mengejek dan menjelek-jelekkan keyakinan orang lain
c. mengganggu orang lain dalam menjalankan ajaran agamanya
d. menghormati dan menghargai perbedaan yang ada
e. turut beribadah menurut agama dan kepercayaan orang lain

3.
Terjemah yang tepat untuk Surah al-Kafirun [109] di atas adalah . . . .
a. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
b. untukmu agamamu, dan untukku agamaku
c. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah
d. dan aku bukan penyembah apa yang kamu sembah
e. aku dan kamu tidak menyembah Tuhan yang sama

4. Penerapan toleransi dalam masyarakat yang beragam, baik agama, kebudayaan, dan bahasa akan menimbulkan . . . .
a. ketenteraman dan kerukunan
b. perselisihan antaranggota masyarakat
c. percekcokan yang terjadi setiap saat
d. kekacauan dan ketidaktenteraman dalam kehidupan
e. keteraturan dan sikap ingin menang sendiri

5. Umat Nabi Muhammad saw. dalam menerima Al-Qur’an menurut Surah Yunus [10] ayat 40–41 terbagi menjadi . . . golongan.
a. dua                        d. tujuh
b. empat                    e. sembilan
c. lima

6. Sikap yang ditunjukkan terhadap orang-orang yang memilih dalam kekafiran atau tidak beriman pada Al-Qur’an adalah . . . .
a. menganiayanya
b. tidak mau tahu
c. mengucilkan mereka dari pergaulan
d. memusuhi dan menyimpan dendam
e. menghormati dan menghargai pilihannya

7. Surah al-Kahf [18] ayat 29 menjelaskan bahwa Allah Swt. memberi kebebasan kepada manusia untuk . . . .
a. menengok tetangga yang sakit atau tidak
b. mengikuti ajaran rasul ataupun tidak
c. beriman atau kafir
d. melaksanakan atau tidak melaksanakan salat
e. berbakti kepada orang tua

8. Kebenaran sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Kahf [18] ayat 29 berasal dari . . . .
a. rasul Allah Swt.                                d. manusia biasa
b. malaikat-malaikat Allah                    e. Allah Swt.
c. orang alim

9. Orang-orang kafir sama dengan orang zalim, yaitu orang-orang yang . . . .
a. menganiaya diri sendiri dengan memilih kafir
b. memilih beriman
c. melaksanakan perintah Allah
d. menjauhi larangan Allah Swt. dan rasul-Nya
e. melaksanakan perintah rasul

10. Allah Swt. memberi kebebasan manusia untuk memilih beriman atau kafir.
Jika manusia memilih kafir, yang akan bertanggung jawab adalah . . . .
a. orang tua d. diri mereka sendiri
b. sahabat karib e. teman akrab
c. anak-anak mereka

11. Manusia yang memilih kafir akan mendapat balasan dari Allah Swt. berupa . . . .
a. surga
b. neraka
c. syafaat
d. kemudahan masuk surga
e. keringanan timbangan amal baik

12. Islam melarang umatnya bertoleransi dalam bidang . . . .
a. kemanusiaan                       d. akidah keyakinan hati
b. tolong-menolong                 e. membantu orang sakit
c. pembangunan jalan


13. Surah al-Kafirun [109] terdiri atas enam ayat. Ayat keenam Surah al-Kafirun [109] menjelaskan tentang . . . .
a. toleransi dalam bidang muamalah
b. larangan bertoleransi dengan pemeluk agama lain
c. larangan bertoleransi dalam bidang akidah dan ibadah
d. toleransi dalam bidang akidah
e. toleransi dalam segala bidang

14. Berikut ini yang merupakan kandungan Surah Yunus [10] ayat 40 adalah . . . .
a. tiap-tiap manusia akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya
b. orang tua akan mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya di hadapan Allah Swt.
c. kebebasan untuk beriman atau kafir
d. dua golongan umat Nabi Muhammad dalam menerima Al-Qur’an
e. perintah beribadah kepada Allah Swt. dengan ikhlas

15. Dani melakukan perbuatan dosa. Ia melanggar larangan Allah Swt. dengan sengaja. Orang yang akan bertanggung jawab terhadap perbuatan Dani di akhirat kelak adalah . . . .
a. orang tua Dani
b. sepupu Dani
c. umat Islam seluruh dunia
d. orang-orang terdekat Dani
e. Dani sendiri


B. Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Tulis Surah al-Kafirun [109] ayat 2 kemudian terjemahkan!
2. Bolehkah bertoleransi dalam bidang akidah? Jelaskan!
3. Jelaskan kandungan pokok Surah al-Kafirun [109]!
4. Apakah Islam mengakui tentang perbedaan keyakinan dan agama? Jelaskan!
5. Tulis terjemah Surah Yunus [10] ayat 40!
6. Jelaskan kandungan Surah Yunus [10] ayat 40!
7. Sebutkan bacaan tajwid yang terdapat dalam ayat 40 Surah Yunus [10] berikut ini!
8. Apakah seseorang akan bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain?
9. Jelaskan akibat yang diterima orang-orang yang memilih kafir!
10. Apakah penduduk neraka dapat lari dari dalam neraka? Jelaskan!

(jawaban bisa dicari disini)

[ Selengkapnya tentang Ayat Toleransi ]

Sikap terhadap Orang yang Berbeda Pendapat (Surah Yu-nus [10] Ayat 40–41)


Isi Kandungan Surah Yu-nus [10] Ayat 40–41

Allah Swt. dalam Surah Yu - nus [10] ayat 40–41 menjelaskan bahwa umat manusia terbagi menjadi dua dalam menerima Al-Qur’an. Pertama, golongan yang benar-benar memercayai dengan iktikad baik terhadap Al-Qur’an. Dalam golongan orang yang beriman kepada Al-Qur’an terdapat pula orang-orang yang hanya beriman secara lahir, sedangkan hati atau batinnya belum beriman. Kedua, golongan yang tidak beriman pada Al-Qur’an.

Keadaan umat Nabi Muhammad saw. ini juga terjadi ketika wahyuturun di Mekah. Ada golongan yang beriman dan ada yang tidak beriman atau bertahan dengan agama nenek moyang. Setelah Islam tersebar luas, kedua golongan penerima Al-Qur’an ini tetap bertahan. Di antara mereka ada yang dengan sepenuh hati menerima Al-Qur’an. Sebagian lagi ada yang menerima Al-Qur’an hanya karena keturunan.

Dalam lanjutan ayatnya Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia lebih mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. Orang-orang yang menerima Al-Qur’an hanya di bibir atau karena keturunan, suatu saat akan mengetahui akibat perbuatannya. Allah Swt. mengetahui orangorang yang benar-benar beriman pada Al-Qur’an. Allah Swt. juga mengetahui orang-orang yang hanya beriman di bibir. Bagi mereka yang berbuat aniaya, menzalimi diri sendiri, membuat kerusakan, dan berbagai tindakan yang bertentangan dengan syariat lainnya akan mengetahui akibat perbuatannya. Mereka akan menerima balasan yang sesuai dari Zat Yang Maha Mengetahui.

Ayat 40 Surah Yu - nus [10] menjelaskan bahwa orang-orang yang memilih beriman atau tidak beriman pada Al-Qur’an akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Jika manusia memilih tidak beriman pada Al-Qur’an, mereka akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Orangorang yang tidak beriman pada kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai utusan Allah akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Tiap-tiap manusia bertanggung jawab terhadap amal perbuatan atau pilihannya. Tidak ada satu orang pun yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau pilihan orang lain.

Pilihan beriman atau tidak beriman memiliki akibat yang berbeda. Pilihan tidak beriman akan mendapat balasan yang sesuai. Begitu juga pilihan beriman dan berpegang teguh terhadap Al-Qur’an tentu akan memperoleh balasan yang sesuai. Tidak mungkin kebaikan akan mendapat balasan yang buruk dari-Nya. Kebaikan akan mendapat balasan yang baik, sedangkan pilihan tidak beriman dan tetap dalam kekafiran tentu akan mendapat balasan yang buruk.

Seseorang yang beriman tidak akan bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain yang tidak beriman. Orang yang tidak beriman juga tidak bertanggung jawab terhadap pilihan orang-orang yang beriman. Tiap-tiap manusia akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya masing-masing. Tidak ada dosa limpahan dari orang lain. Pahala orangorang yang mengerjakan kebaikan dan beriman tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang tidak beriman. Dosa yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak beriman juga tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang beriman. Orang-orang yang tidak beriman akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Orang-orang yang beriman juga akan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Sikap yang ditunjukkan terhadap setiap pilihan adalah menghormati dan menghargai pilihan tersebut. Orang-orang beriman menghormati dan menghargai pilihan orang-orang yang tidak beriman. Dengan keyakinan bahwa pilihan tersebut salah dan akan mendapat balasan yang sesuai di akhirat kelak. Orang-orang yang tidak beriman juga menghormati dan menghargai pilihan saudaranya untuk beriman. Mereka tidak boleh mengganggu amal atau ibadah yang dilaksanakan orang-orang yang beriman.

[ Selengkapnya tentang Ayat Toleransi ]

Kebebasan Beragama dalam Piagam Madinah
 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - 2021 | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Amanah JayaSteel, | Bisa Mulia |