-

Menggunakan Kata-kata berimbuhan -i, -wi, -iah

Perhatikan contoh berikut ini!

Ibu dianjurkan untuk banyak makan protein hewani selama penyembuhan.
hewani = yang berkaitan/berhubungan dengan hewan

Imbuhan -i, -wi, -iah, merupakan imbuhan yang dekat sekali dengan kata-kata hasil serapan dari bahasa Arab. Oleh karena itu ketiga imbuhan tersebut digolongkan sebagai imbuhan asing dari bahasa Arab. Dalam bahasa Indonesia, ketiga imbuhan tersebut memiliki fungsi untuk membentuk kata sifat. Arti yang dihasilkan dengan pengimbuhan -i, -wi, dan -iah adalah yang bersifat.... atau yang berhubungan atau berkaitan dengan ......

Contoh:
dunia + wi = duniawi
Jangan hanya memikirkan kehidupan duniawi saja!
duniawi = yang berhubungan dengan dunia/keduniaan

1. rohani + iah
2. alam + i
3. insan + i
4. ilmu + iah
5. surga + wi

Pergeseran Makna Sinestesia

Perhatikan kalimat berikut!
manis
Tutur katanya yang manis mampu membuai ribuan nasabah arisan yang menjadi korban penipuannya.
Kalimat tersebut menggunakan kata manis, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan lidah yang dapat merasakan manis pada rasa makanan atau minuman. Cara memeprolehnya melalui telinga berupa kata-kata yang didengarkan. Dengan demikian, telah terjadi pergesaran indera, dari lidah menuju indera telinga yang mengakibatkan makna kata manis mengalami pergeseran. Pergesaran makna seperti itu disebut sinestesia.

Contoh:
kasar
Kata-katanya sangat kasar, tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan.

Imbuhan -is, -isme, -isasi

Perhatikan kalimat berikut ini!
Selain sebagai seorang jurnalis, dia juga seorang seniman lukis yang handal.
jurnalis = orang yang memiliki keahlian di bidang jurnalistik
Untuk memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia, dilakukan penyerapan terhadap imbuhan yang bukan merupakan imbuhan asli bahasa Indonesia. Imbuhan itu adalah imbuhan -is, -isme, dan -isasi. Seperti pada contoh di atas, kata jurnalis dibentuk dengan kata dasar jurnal dengan imbuhan -is menjadi jurnalis. Artinya, orang yang mahir menyampaikan jurnal atau laporan atau seorang ahli jurnalistik.

Ketiga imbuhan tersebut berfungsi sebagai berikut.
1. Membentuk kata benda atau nomina.
2. Sebagian kata sifat yang dihasilkan melalui pengimbuhan
dengan ketiga imbuhan tersebut.

Arti baru yang dihasilkan melalui pengimbuhan dengan
-is, -isme, dan -isasi adalah:
1. Imbuhan -is
a. Orang yang memiliki keahlian.
Contoh: gitaris, pianis, komponis.
b. Orang yang memiliki sifat/jiwa.
Contoh: egois, nasionalis, humoris.
2. Imbuhan -isme
berarti paham/ajaran/aliran.
Contoh: nasionalisme, komunisme, animisme.
3. Imbuhan -isasi
menunjukkan makna proses.

Contoh:
heroisme

Para pejuang kemerdekaan memiliki heroisme yang kuat ketika berperang.
-
1. humoris
2. nasionalis
3. naturalis
4. egois
5. nasionalisme
6. liberalisme
7. kapitalisme
8. pavingisasi
9. standarisasi
10. modernisasi

Mode Fashion -.  . 

Musikalisasi Puisi


TUHAN
Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku meminta
Dengan segala doa

Tuhan
Tempat aku berteduh
Di mana aku mengeluh
Dengan segala keluh

Aku jauh Engkau jauh
Aku dekat Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa berpadu
(Taufik Ismail)

BIDASARI LAHIR (Contoh Syair)

Dengarlah kisah suatu riwayat
Raja di desa negeri Kembayat
Dikarang fakir dijadikan hikayat
Dibuatkan syair serta berniat

Adalah raja sebuah negeri
Sultan Agus bijak bestari
Asalnya baginda raja yang bahari
Melimpah pada dagang biaperi

Kabarnya orang empunya termasa
Baginda itulah raja perkasa
Tiadalah ia merasa susah
Entahlah kepada esok dan lusa

Seri padukan sultan bestari
Setelah ia sudah beristri
Beberapa bulan beberapa hari
Hamillah puteri permaisuri

Demi ditentang duli mahkota
Makinlah hati bertambah cinta
Laksana mendapat bukit permata
Menentang istrinya hamil serta

Beberapa lamanya di dalam kerajaan
Senantiasa ia bersuka-sukaan
Datanglah masa beroleh kedukaan
Baginda meninggalkan takhta kerajaan

Datanglah kepada suatu masa
Melayanglah unggas dari angkasa
Unggas garuda burung perkasa
Menjadi negeri rusak binasa

Datang menyambar suaranya bahna
Gemparlah sekalian mulia dan hina
Seisi negeri gundah gulana
Membawa dirinya barang ke mana


Baginda pun sedang dihadap orang
Mendengarkan gempar seperti perang
Bertitah baginda raja yang garang
Gempar ini apakah kurang

(St. Takdir Alisyahbana, 1954)

Menyunting Karangan (Editor)

Editor adalah seseorang yang bertugas mengedit. Kegiatan mengedit artinya meneliti kemudian melakukan seleksi jika ada bagian yang perlu dihilangkan atau ditambah.
Istilah mengedit dipadankan dengan kata menyunting dalam bahasa Indonesia. Kata editor dipadankan dengan kata penyunting atau penyelia. Seorang penyunting membutuhkan keahlian, ketelitian, dan pengetahuan yang cukup tentang bahasa Indonesia.

Berikut ini hal-hal yang harus disunting pada sebuah teks dalam bahasa Indonesia.

1. Ejaan
Penyuntingan tentang ejaan berpedoman pada Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Kesalahan yang sering dilakukan oleh para pemakai bahasa adalah kesalahan penulisan huruf kapital dan pemakaian tanda baca.

Contoh:

Penulisan Sebelum Penyuntingan
Presiden melantik gubernur Mardiyanto menjadi mendagri.
Paduka Sinuwun Pakubuwono ke - XIII berkenan hadir dalam pertemuan itu.


Penulisan Setelah Penyuntingan
Presiden melantik Gubernur Mardiyanto menjadi Mendagri.
Paduka Sinuwun Pakubuwono XIII berkenan hadir dalam pertemuan itu.


2. Keefektifan Kalimat
Kalimat disebut efektif apabila memiliki struktur yang tepat sehingga makna kalimatnya mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran yang tidak sesuai dengan maksud penutur kalimat.

Contoh:

Penulisan Sebelum Penyuntingan
Lomba melukis pelajar akan dilaksanakan pada hari  Minggu.
Menurut para pakar sejarah mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa Kerajaan Syailendra.

Penulisan Setelah Penyuntingan 
Lomba melukis untuk pelajar akan dilaksanakan pada hari Minggu.
Menurut pakar sejarah, Candi Borobudur dibangun pada masa Kerajaan Syailendra.


3. Pemilihan Kata
Sinonim dalam bahasa Indonesia tidak berlaku mutlak, artinya meski sebuah kata memiliki arti yang hampir sama bukan berarti bisa saling bertukar tempat. Oleh karena itu, pemakaian kata harus membertimbangkan ketepatan pemilihan kata atau diksi.

Contoh:

Penulisan Sebelum Penyuntingan
Di sekolah sedang diadakan perlombaan sepak bola antarkelas.
Kepada penceramah, seorang peserta mempertanyakan bantuan dana yang telah digulirkan pemerintah.

Penulisan Setelah Penyuntingan
Di sekolah sedang diadakan pertandingan sepak bola antar kelas.
Kepada penceramah, seorang peserta menanyakan bantuan dana yang telah digulirkan pemerintah.

Contoh Syair

Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah paduka sultan
Duduklah baginda bersuka-sukaan

Abdul Malik Putera baginda
Besarlah sudah bangsawan muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna
Petah menjelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina

Akan rahmah puteri bangsawan
Parasnya elok sukar dilawan
Sedap manis barang kelakuan
Sepuluh tahun umurnya tuan

(St. Takdir Alisyahbana, 1954)

Contoh Percakapan (dari buku sekolah)

Farida : “Nina, kamu sudah punya kaset album terbarunya Dewi-Dewi ?”
Nina : “Belum sih, memang ada yang baru?”
Farida : “Gimana sih, ketinggalan, ada lagi. Aku punya, kok.”
Nina : “Eh, Da. Sebenarnya apa sih kelebihan lagunya Dewi-Dewi? Kamu kelihatannya sangat menyukainya.”
Farina : “Lagunya enak, isinya mudah dicerna, dan musiknya pas banget buat anak muda.”
Nina : “Tapi kalau dirasakan sepertinya gaya dan musiknya meniru sama yang lain, ya?”

Farida : Biasa lah, mereka mungkin melihat bahwa gaya menyanyi yang seperti itu yang banyak disukai orang, lalu mereka menirunya.
Nina : Besok aku pinjam kasetnya ya, Da.
Farida : Oke, bos.

Meresensi Buku Pengetahuan

Perkembangan dunia pustaka di Indonesia saat ini cukup menggembirakan.  Ya, seiring dengan meningkatnya minat baca masyarakat, dunia perbukuan pun ikut berkembang. Namun demikian, kesempatan masyarakat untuk memperoleh informasi tentang buku-buku baru masih sangat kurang. Salah satu cara mengatasi hal tersebut dengan peningkatan penulisan resensi buku.

Berikut ini adalah susunan sebuah resensi yang biasa kita jumpai di media cetak.

1. Judul resensi
Judul resensi merupakan pernyataan pertama yang akan dibaca oleh pembaca resensi. Oleh karena itu, judul harus dapat menyiratkan isi buku dan merangsang keingintahuan.

2. Data/identitas buku
Resensi buku merupakan informasi mengenai keberadaan sebuah buku yang ditawarkan kepada masyarakat pembaca. Sebagai sebuah informasi, resensi buku perlu mencantumkan data atau identitas buku yang diresensi.

3. Kelebihan dan kekurangan buku
Objektivitas seorang penulis resensi sangat dibutuhkan. Pada bagian ini, penulis resensi perlu mengupas kelebihan yang dimiliki oleh buku yang diresensi. Sebagai keseimbangannya, resensi buku juga perlu menyajikan kekurangan dari buku yang diresensi.

4. Tanggapan terhadap isi buku
Tanggapan penulis resensi merupakan pertimbangan bagi masyarakat pembaca untuk memutuskan perlu atau tidak memiliki buku tersebut. Hal yang perlu diingat adalah adanya tanggapan yang disertai dengan argumen yang logis dan bahasa yang santun.

Dari Buku Sekolah

Anak Penyapu Jalan


Biasanya aku sendiri mengambil susu pagi-pagi buta.
Dengan cara ini lebih murah dibanding jika harus diantarkan.
Pagi itu tak kuduga kakek ada di belakangku.
“Biar kutemani ... kau tak takut berjalan sendiri?”
Aku tersenyum menggandeng kakek dengan tangan kanan. Tangan kiriku memegang panci.
“Boleh juga Kek, nanti saya beri hadiah segelas susu kental ....”
Kami berdua berjalan dengan gembira.
Dari jauh tampak seorang penyapu jalanan yang sudah mulai bertugas.
Terseok-seok langkahnya membersihkan jalanan yang penuh sampah dan debu di siang hari.
“Penyapu jalanan itu ayah kawanku, Kek ... Pak Holil namanya. Anaknya bernama Idi.”
“Pandai dia di sekolah?”
“Itulah, Kek, dia bodoh dan nakal. Uang sekolahnya sering dibelikannya kue-kue atau kelereng. Suka berjudi gambar. Sering membolos ....”
Ketika melampaui Pak Holil, aku memberi salam. Begitu pula kakek.
“Siapa nama kawanmu? Idi? Ajak dia ke rumah, boleh kakek menasihatinya. Untuk kau sendiri baik juga sambil jalan kuberitahukan. Mengapa Idi kawanmu itu berbuat demikian, kau tahu? Ia kurang santun, kurang khidmat kepada ayah dan ibunya.

Inilah kesalahan yang sangat besar. Ia harus kauberitahukan sebelum terlambat. Cobalah kau dengarkan apa-apa yang akan kukatakan ini dan sebisa-bisamu nanti ceritakanlah kepadanya. Mudah-mudahan Tuhan membukakan hatinya dan ia dapat menjadi anak yang santun kembali kepada ayah ibunya.”
Makin erat kugandeng tangan kakek. Dalam hati, aku berjanji akan mencoba menginsafkan Idi.
“Kau tahu cucuku, dalam Al Quran sendiri nyata-nyata tercantum ayat yang artinya: Ibu mengandung kau, dengan  berbadan lemah berlipat ganda, juga tatkala melahirkan dan menyusukan. Sebab itu hendaklah kau bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada ibu bapakmu. Kemudian ada ayat lain yang artinya: berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu. Jika seorang atau keduanya sudah tua, janganlah mengeluarkan perkataan yang kasar atau menghardiknya dan hendaklah kauucapkan perkataan yang hormat, lemah lembut kepada keduanya. Dan hendaklah kau merendahkan diri karena cinta kepada keduanya. Hendaklah kaukatakan: Ya Tuhanku, rahmatilah ibu bapakku yang sudah mendidikku waktu aku masih kecil ....”
Kami makin dekat juga ke pemerahan susu.
Semua yang dikatakan kakek meresap sekali, sejuk, seperti udara pagi.
Apa yang dikatakan kekek tidaklah semata-mata untuk Idi, kawanku yang nakal itu, tetapi kiranya perlu juga untukku. Aku harus menebalkan lagi rasa khidmat kepada ayah ibuku, karena aku pun sering lupa dan kadang-kadang membangkang kalau disuruh ayah atau ibu.
“Kakek tunggu sebentar, saya akan ke dalam mengambil susu ....”
Dengan panci penuh susu, kami pun pulang.
Jalannya gontai, kakek sering ketinggalan. Bila demikian, aku berhenti menunggu.
Kepada kakek pun, aku lebih-lebih merasa khidmat pagi itu.
Kalau bisa sore nanti, Idi akan kuajak bermain ke rumah kakek ....”
Selesai.
Sumber: kumpulan cerpen Orang-Orang Tercinta, karya Sukanto S.A.

Mitra Citra Mandiri (MCM): PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA ( POWER TRANSMISSION ) S...

Mitra Citra Mandiri (MCM): PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA ( POWER TRANSMISSION ) S...: Sepeda motor dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai kondisi jalan. Namun demikian, mesin yang berfungsi sebagai penggera...

PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA (POWER TRANSMISSION) Sepeda Motor

Sepeda motor dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai kondisi jalan. Namun demikian, mesin yang berfungsi sebagai penggerak utama pada sepeda motor tidak bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi kebutuhan atau tuntutan kondisi jalan tersebut.
Misalnya, pada saat jalanan mendaki, sepeda motor membutuhkan momen puntir (torsi) yang besar namun kecepatan atau laju sepeda motor yang dibutuhkan rendah. Pada saat ini walaupun putaran mesin  tinggi karena katup trotel atau katup gas dibuka penuh namun putaran mesin tersebut harus dirubah menjadi kecepatan atau laju sepeda motor yang rendah. Sedangkan pada saat sepeda motor berjalan pada jalan yang rata, kecepatan diperlukan tapi tidak diperlukan torsi yang besar.
Berdasarkan penjelasan di atas, sepeda motor harus dilengkapi dengan suatu sistem yang mampu menjembatani antara output mesin (daya dan torsi mesin) dengan tuntutan kondisi jalan. Sistem ini dinamakan dengan sistem pemindahan tenaga.
Prinsip kerja mesin dan pemindahan tenaga pada sepeda motor adalah sebagai berikut: Ketika poros engkol (crankshaft) diputar oleh pedal kick starter atau dengan motor starter, piston bergerak naik turun (TMA dan TMB).
Pada saat piston bergerak ke bawah, terjadi kevakuman di dalam silinder atau crankcase. Kevakuman tersebut selanjutnya menarik (menghisap) campuran bahan bakar dan udara melalui karburator (bagi sistem bahan bakar konvensional). Sedangkan bagi sistem bahan bakar tipe injeksi (tanpa karburator), proses pencampuran terjadi dalam saluran masuk sebelum katup masuk setelah terjadi penyemprotan bahan bakar oleh injektor.
Ketika piston bergerak ke atas (TMA) campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder dikompresi. Kemudian campuran dinyalakan oleh busi dan terbakar dengan cepat (peledakan). Gas hasil pembakaran tersebut melakukan expansi (pengembangan) dan mendorong piston ke bawah (TMB). Tenaga ini diteruskan melalui connecting rod (batang piston), lalu memutar crankshaft. menekan piston naik untuk mendorong gas hasil pembakaran. Selanjutnya piston melakukan langkah yang sama. Gerak piston naik turun yang berulang-ulang diubah menjadi gerak putar yang halus. Tenaga putar dari crankshaft ini akan dipindahkan ke roda belakang melalui roda gigi reduksi, kopling, gear box (transmisi), sprocket penggerak, rantai dan roda sprocket. Gigi reduksi berfungsi untuk mengurangi putaran mesin agar terjadi penambahan tenaga.

Disalin dari:  mitracitramandiri prinsip-pemindahan-tenaga-power

Tema, Latar, dan Penokohan Cerita Pendek (Sastra)

Menjadi apresiator yang baik memang membutuhkan bekal. Seorang penikmat karya sastra, khususnya prosa seperti cerita pendek, novel, drama, dan sebagainya, perlu mengetahui unsur-unsur pembentuk atau pembangun sebuah karya cerita.
Pengetahuan yang cukup memadai tentang unsur-unsur instrinsik cerita akan memudahkan kita memberikan penghargaan terhadap sebuah karya. Itulah kegiatan apresiasi yang sesungguhnya.

Berikut ini unsur-unsur intrinsik cerita.

1. Tema
Setiap cerita pasti memiliki gagasan pokok yang diangkat sebagai ide cerita. Hal tersebut dinamakan tema cerita. Misalnya kesetiakawanan, persahabatan, percintaan dan sebagainya.

2. Latar
Latar menunjuk kepada waktu dan tempat berlangsung kisah cerita itu. Misalnya di sebuah bukit pada pagi hari, di sebuah rumah tua pada malam 1 Syura, dan sebagainya.
Dalam cakupan yang lebih luas, latar dapat menjelaskan sebuah kurun waktu, misalnya zaman perang kemerdekaan atau zaman pemerintahan kerajaan. Latar juga dapat merujuk pada strata kehidupan, misalnya sebuah kisah cerita berlangsung di kalangan konglomerat atau cerita di kalangan masyarakat miskin, dan sebagainya.

3. Penokohan atau perwatakan
Hal yang menarik dalam sebuah cerita berupa diciptakannya konflik antarpelaku akibat gesekan perbedaan karakter atau watak para tokoh. Hal itu disebut dengan penokohan atau perwatakan. Pemberian karakter tokoh atau pelaku dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Penokohan langsung, artinya dalam menuturkan ceritanya, pengarang menyebutkan secara langsung perwatakan tokohnya.
Dalam teknik penokohan jenis ini, pembaca tidak perlu menyimpulkan perwatakan pelaku.
Penokohan tidak langsung, artinya dalam menuturkan ceritanya, pengarang tidak secara langsung menyebutkan watak tokohnya. Pengarang melukiskannya melalui tingkah laku, sikap, lingkungan maupun gambaran fisik tokoh. Bahkan, melalui reaksi tokoh lain terhadap tokoh yang dimaksud. Dalam teknik penokohan jenis ini, pembaca harus menyimpulkan sendiri perwatakan tokoh.

4. Alur
Cerita dibangun atas jalinan peristiwa yang sambung-menyambung membentuk satu kesatuan cerita yang disebut alur cerita. Alur terbagi atas tahapan-tahapan yang dibahas pada bagian lain dalam buku ini.

5. Sudut pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang saat menuturkan cerita. Pengarang dapat memerankan dirinya sebagai pelaku yang seolah-olah menceritakan kisahnya sendiri atau pengarang sebagai pengamat yang menceritakan kisah orang lain.

6. Amanat
Selain berkarya, pengarang cerita berupaya menyampaikan pesan moral kepada pembaca cerita melalui amanat cerita. Amanat harus disimpulkan sendiri oleh pembaca.




Sekretaris (Pengertian, Tugas, dll)

Pengertian Sekretaris
Istilah sekretaris berasal dari Bahasa Latin yaitu secretum yang artinya rahasia. Dalam Bahasa Perancis disebutsecretaire, dalam Bahasa Belanda yaitu secretares, sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut secretary yang berasal dari kata secret yang berarti rahasia. Sesuai dengan asalnya, maka seorang sekretaris harus bisa menyimpan rahasia dalam arti rahasia perusahaan atau yang tidak perlu diketahui oleh orang lain atau para pegawai.
Beberapa pengertian sekretaris menurut para ahli:
Menurut H. W Fowler dan F. G Fowler The Concise Oxford Dictionary of Current English, cetakan ke-3, hal 1142.
Sekretaris adalah:
1. Orang yang bekerja pada orang lain untuk membantu dalam korespondensi, pekerjaan tulis, mendapatkan informasi dan masalah-masalah lainnya.
2. Pegawai yang ditunjuk oleh masyarakat atau perusahaan atau perserikatan untuk melakukan korespondensi, memelihara warkat-warkat, terutama yang berurusan dengan perusahaannya.
3. Menteri yang mengepalai kantor pemerintahan, menteri di Amerika Serikat dan Vatikan.
(Drs. Sutanto, 1992: 1-2)
Menurut Louis C. Nahassy dan William Selden, Business Dictionary, 1960, hal 184. Sekretaris adalah:
“Seorang pegawai kantor yang memiliki kedudukan yang lebih bertanggung jawab daripada seorang stenographer dan tugas-tugasnya biasanya meliputi pengambilan dan penyalinan dikte berurusan dengan publik untuk menjawab telepon, mengundang pertemuan, membuat perjanjian dan memelihara atau mengarsip warkat-warkat, surat-surat, dan lain-lain. Seorang sekretaris sering bertindak sebagai seorang pembantu administrasi atau pimpinan muda.” (Drs. Sutarto, 1992: 2).
Menurut C. L Barnhart, sekretaris adalah:
1. Seorang yang melakukan korespondensi, memelihara warkat, dan lain- lain untuk perorangan atau organisasi.
2. Seorang kepala pejabat pemerintah yang mengawasi dan memimpin suatu departemen pemerintahan tertentu: Menteri Luar Negeri.
3. Sebuah perabotan untuk dipakai sebagai meja tulis.
4. Sebuah meja dan rak buku diatasnya.
(Drs. Sutarto, 1992: 2)
Menurut M. Braum dan Roman dari Portugal, sekretaris adalah:
“Seorang pembantu dari seorang kepala yang menerima pendiktean, menyiapkan surat-menyurat, menerima tamu–tamu, memeriksa atau mengingatkan kepalanya mengenai kewajibannya yang sesuai atau perjanjiannya, dan melakukan banyak kewajiban lainnya yang berhubungan guna meningkatkan efektifitas dari kepala itu.” (Drs. Sutarto, 1992:3)
Berdasarkan uraian diatas mengenai sekretaris, maka secara umum sekretaris adalah seorang karyawan atau pegawai yang diangkat oleh pimpinannya sebagai pembantu pribadinya untuk mengerjakan tugas-tugas kantor atau perusahaan, karena dianggap dapat dipercaya dalam mengerjakan tugas-tugas pimpinan dan dapat memegang rahasia perusahaan.
Syarat-syarat Seorang Sekretaris
Sebagai pembantu pimpinan, seorang sekretaris harus memiliki syarat-syarat tertentu agar seorang sekretaris dapat melaksanakan perkerjaan sebaik-baiknya. Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki untuk menjadi sekretaris adalah:
1. Syarat Kepribadian
Tidak banyak orang mempunyai bakat untuk menjadi sekretaris yang baik, namun demikian bakat saja tidak cukup bilamana kita tidak tahu kepribadian yang bagaimana harus kita punyai untuk menjadi seorang sekretaris yang baik itu.
Adapun kepribadian yang dikehendaki itu adalah sebagai berikut:
a. Harus bersikap mawas diri
b. Bersikap ramah
c. Sabar
d. Simpatik
e. Penampilan diri yang baik
f. Pandai bergaul
g. Dapat dipercaya serta memegang teguh rahasia
h. Dapat bijaksana terhadap orang lain
i. Memiliki ingatan yang baik
j. Mempunyai perhatian atas pekerjaannya, dan lain-lain
2. Syarat pengetahuan
Syarat pengetahuan ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Syarat pengetahuan umum
Seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan kemasyarakatan dan kebudayaan yang dapat mengangkat nama dari perusahaan. Misalnya:
1. Menguasai dan memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta menguasai beberapa bahasa asing secara lisan maupun tertulis, serta memiliki pengetahuan ekstra.
2. Pengetahuan tentang misi, fungsi, tugas-tugas, serta struktur organisasi, serta susunan personil.
3. Pengetahuan tentang korespondensi dan tata kearsipan.
b. Syarat pengetahuan khusus
Pengetahuan khusus ini, maksudnya adalah sekretaris mengetahui atau mengerti hal-hal mengenai dimana sekretaris itu bekerja. Apabila sekretaris itu bekerja pada perusahaan yang bergerak pada bidang usaha perkapalan, maka ia harus mampu menguasai ilmu perkapalan, begitu pula bila perusahaan itu bidang usahanya penyewaan apartemen, maka sekretaris itu harus menguasai ilmu keapartemenan, dan sebagainya.
3. Syarat keahlian
Setiap sekretaris diharuskan memiliki keterampilan untuk menunjang pekerjaannya, keterampilan itu meliputi:
a. Mampu menyusun laporan
b. Mampu berkorespondensi
c. Mampu menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing lainnya
d. Teknik tata penyimpanan arsip
e. Teknik berkomunikasi dengan telepon
f. Menulis cepat dengan steno
g. Teknik mengetik surat
4. Syarat praktik
Sebelum seorang diangkat sebagai sekretaris, orang tersebut harus cukup mempunyai pengalaman dalam berbagai pekerjaan tata usaha kantor, maka dengan demikian orang itu harus mencoba menangani pekerjaan yang tanggung jawabnya belum begitu luas, misalnya: sebagai resepsionis, operator, korespondensi dan lain-lain.
(Waworuntu, 1995: 59-61)
Pekerjaan Sekretaris
Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris meliputi:
1. Pekerjaan keterampilan
a. Menerima dikte dengan stenografi atau merekam dengan tape recorder
b. Mengetik komputer dan mesin ketik manual atau elektrik
c. Mengerjakan pembukuan ringan
d. Menyimpan arsip-arsip untuk pimpinan
e. Membuat surat
f. Menerima tamu
g. Mengatur perjalanan, hotel, tiket pesawat, dan sebagainya
2. Pekerjaan keahlian
Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris yaitu:
a. Melaksanakan keputusan kebijaksanaan dalam memberikan tugas-tugas kepada pegawai-pegawai bawahannya
b. Sebagai penerjemah pimpinannya
c. Mengikuti jalannya seminar-seminar yang dilakukan oleh perusahaan yang ada kepentingannya dengan jalannya organisasi
d. Mengolah data untuk penyusunan laporan
e. Mengatur rapat dan menulis notulen rapat
(Waworuntu, 1995: 62-63)
Walaupun sekretaris orang kedua dari perusahaan atau tangan kanan pimpinan, janganlah mengabaikan untuk tidak memberitahu apabila tidak masuk kerja, karena sekretaris dan pimpinan merupakan satu kesatuan yang bekerja ke arah satu tujuan dan pimpinan akan mencari seorang pengganti untuk sementara. Dengan memberitahukan sebelumnya tidak masuk kerja itu merupakan salah satu etiket sekretaris.
Macam-macam Sekretaris Berdasarkan kemampuan dan pengalaman kerja
Peranan Sekretaris
Terima kasih Mbak Dwi

UNTUK KITA RENUNGKAN (contoh Syair)


UNTUK KITA RENUNGKAN
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
Singkirkan debu yang masih melekat

Anugrah dan bencana adalah kehendak-Nya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya
Adalah Dia di atas segalanya

Anak menjerit-jerit asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman hanya satu isyarat
Agar kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista ho..ho..ho

Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Ke manakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepada-Nya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari hanya tunduk sujud pada-Nya.
(Ebiet G Ade)

Dari Bank Soal -Ujian Akhir Sekolah (Matematika Kelas 6)

1. Nilai tempat angka 7 pada bilangan 4.573.063 adalah ……..
A. ribuan
B. puluh ribuan
C. ratusan ribu
D. jutaan
2. Hasil dari -25 – (-35) + 45 adalah ……..
A. -15
B. 15
C. 55
D. 145
3. Faktorisasi prima dari 90 adalah ……..
A. 2 x 3² x 5
B. 2² x 3 x 5
C. 2² x 3² x 5
D. 2 x 3 x 5
4. FPB dan KPK dari 24, 36 dan 48 adalah ……..
A. 6 dan 144
B. 6 dan 288
C. 12 dan 144
D. 12 dan 288
5. Perbandingan kelereng Farhan dan kelereng Adit adalah 3 : 7. Jika jumlah kelereng mereka 40 butir, maka jumlah kelereng Adit adalah ……..
A. 12
B. 20
C. 25
D. 28
6. Pada peta jarak kota Bandung dan kota Jakarta adalah 9 cm.
Jika skala peta itu adalah 1 : 2.000.000, maka jarak yang sebenarnya antara kota Bandung dan kota Jakarta adalah ……..
A. 180 km
B. 90 km
C. 18 km
D. 9 km
7.
A.
B.
C.
D.
8. Urutan pecahan mulai dari yang terbesar dari 66%; 0,42; 2; adalah ……..
A. 66%; 2; ; 0,42
B. 0,42; ; 66 %; 2
C. 2; 66%; 0,42;
D. ; 2; 66%; 0,42
9. Petugas siskamling di 3 pos ronda memukul kentongan secara bersamaan pada pukul 19.30, selanjutnya petugas pos ronda A memukul kentongan setiap 15 menit, pos ronda B setiap 30 menit dan pos ronda C setiap 45 menit. Mereka memukul kentongan secara bersamaan kembali untuk kedua kalinya pada pukul ……..
A. 19.45
B. 20.00
C. 20.15
D. 21.00
10. Penjualan 1 set meja makan Rp 1.375.000,00 dengan keuntungan 10%. Pembelian meja makan tersebut ……..
A. Rp 1.237.500,00
B. Rp 1.250.000,00
C. Rp 1.361.250,00
D. Rp 1.312.500,00
11. Suhu air diukur dengan termometer Celcius menunjukkan angka 60°C, jika suhu air diukur menggunakan termometer Reamur akan menunjukkan angka ……..
A. 40°R
B. 48°R
C. 50°R
D. 58°R
12. 1,4 kg + 15 hg + 1,5 dag = …….. g.
A. 1.915
B. 2.915
C. 3.915
D. 4.915
15. Lambang bilangan Romawi dari 1996 adalah ……..
A. MCMXCVI
B. MCMDCCIV
C. MMCXCVI
D. CMMXCIV
17. Luas sebuah persegi 484 cm², maka panjang sisi persegi tersebut ……..
A. 22 cm
B. 33 cm
C. 44 cm
D. 55 cm
22. 5 abad + 10 windu + 5 lustrum = …….. tahun
A. 600 tahun
B. 605 tahun
C. 650 tahun
D. 675 tahun

. dari buku sekolah
 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - 2021 | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Facebook | Twitter |